Tarbiyah Nabi Terhadap Generasi Islam Yang Pertama ( 1 )

SHARE:

Yang kami maksud dengan “Generasi Pertama” adalah para sahabat.  Adapun sahabat sendiri adalah orang yang bertemu dengan Nabi Shallall...


Yang kami maksud dengan “Generasi Pertama” adalah para sahabat.  Adapun sahabat sendiri adalah orang yang bertemu dengan Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam mereka muslim dan mati di atas keislaman.  Rabb mereka dan Nabi mereka menyanjung para sahabat.  Rabbul ‘Izzati memuji mereka.  Demikian pula Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam juga banyak menyanjung mereka.  Dalam surat Al Fath disebutkan :

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka”. (QS. Al-Fath : 29).

“Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan”. (QS. At Taubah : 117)

Al Qur’an telah bersaksi –sedangkan dalil Al Qur’an itu qath’i dan pasti– bahwa tigapuluh ribu sahabat yang ikut andil dalam perang Tabuk, mereka itu telah diampuni Allah.

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”. (QS. Al-Fath : 18)

Adapun mereka yang ikut dalam Ba’iaturridwan itu berjumlah seribu empatratus orang.  Mereka itu, berdasarkan nash Al Qur’an telah diridlai  oleh Allah.

Dalam hadits shahih disebutkan :

“Sebaik-baiknya kurun (abad/masa) adalah kurunku, kemudian yang sesudahnya kemudian yang sesudah mereka”. (HR. Al Bukhari)[i]

Dalam hadits shahih dari riwayat Abu Sa’id Al Khudri disebutkan : Pernah terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf.  Dalam pertengkaran tersebut Khalid mencacinya.  Maka Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam bersabda :

“Janganlah kamu sekalian memaki salah seorang sahabatku.  Karena sesungguhnya sekiranya seseorang diantara kalian menginfakkan emas semisal gunung Uhud, maka amalnya itu belum mencapai satu mud (kurang lebih 6 ons) seseorang diantara mereka atau setengahnya”. (HR. Ahmad, Al Bukhari dan Muslim). [ii]

Padahal seperti telah diketahui Khalid juga seorang sahabat.  Akan tetapi karena ‘Abdurrahman telah mendahului keislamannya serta persahabatannya, maka Rasulullah Saw marah kepada Khalid seraya mengatakan : “Sesungguhnya kemuliaan persahabatan ‘Abdurrahman wahai Khalid, jika engkau berinfak emas sebesar gunung Uhud, dan engkau juga seorang sahabat, maka amalmu itu tidak akan mencapai amalnya”.  Kendati Khalid sendiri telah mulai berinfak sebelum Futuh Makkah dan ikut serta berperang.

“Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu”. (QS. Al Hadid : 10)

Dalam shahih Muslim dari hadits Jabir disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam pernah bersabda :

“Tidak akan masuk neraka, seseorang yang pernah berbaiat di bawah pohon (Baitur Ridwan)”. (HR. Muslim dalam Shahihnya)

Ibnu Mas’ud berkata : “Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya , maka Dia dapati hati Muhammad itu lebih baik dari hati seluruh hamba-Nya, maka Diapun memilihnya dan mengangkatnya sebagai Rasul untuk mengemban risalah-Nya.  Kemudian melihat hati hamba-hamba-Nya sesudah hati Muhammad Saw, maka Dia dapati hati para sahabatnya (Muhammad) itu lebih baik dari hari seluruh hamba.  Lantas mereka dijadikan oleh Allah sebagai pembantu-pembantu Nabi-Nya”

Ibnu Hajar berkata : “Umat Islam telah bersepakat bahwa kemuliaan sahabat itu tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu apapun jua”.

Dalam buku Aqidahnya, Abu Ja’far Ath Thahawi mengatakan : “Dan kami mencintai para sahabat Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam dengan tidak mengurangi sedikitpun kecintaan kami atas seseorang diantara mereka, dan kami membenci siapapun yang membenci mereka atau mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap mereka dan kami tidak mengatakan tentang mereka kecuali yang baik.  Mencintai mereka adalah termasuk agama (dien), iman, dan ihsan, sedangkan membenci mereka adalah tindak kekufuran, kemunafikan dan melampaui batas”.

Golongan manusia pilihan yang mulia ini, dipilih oleh Allah Rabbul ‘Izzati untuk menguatkan agama-Nya dan membela syariat-Nya.

“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’mim”. (QS. Al Anfal : 62)

Bagaimana generasi satu-satunya dan prototipe yang unik dalam sejarah kemanusiaan secara keseluruhan ini keluar dan muncul dari antara dua sampul kitab ? Bagaimana mereka menterjemahkan ayat-ayat kepada manusia, sehingga berubahlah kata-kata tersebut menjadi manusia berasal dari daging dan darah ?  Dan engkau tidak dapat membedakan kehidupan nyata mereka dari ayat Al Qur’an manapun.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran : 110)

Bagaimana mereka tumbuh berkembang sehingga menjadi generasi yang kuat dan matang dengan akarnya yang kokoh menghunjam ke dasar bumi.

“Akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya”. (QS. Ibrahim : 24-25)

Apa sebenarnya prinsip-prinsip yang menjadi esensi pembinaannya ?  Apa dasar-dasar yang dipergunakan Murabbinya, Muhammad Shallallahu Alayhi Wa Sallam untuk membina bangunan yang besar, mengagumkan dan mempunyai keteraturan yang unik.

Pokok-Pokok Tarbiyah Nabi saw Atas Generasi Islam Pertama.

Sungguh Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wa Sallam telah membina generasi yang unik ini di atas prinsip-prinsip.  Yang terpenting dalam pandangan kami adalah :

  1. Membatasi pembinaan hanya dengan Manhaj Rabbani saja.
  2. Memurnikan da’wah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang tidak kekal.
  3. Dimulai dengan membangun aqidah ummat sebelum membangun syari’at (hukum).
  4. Sejak pertama kali wujud pembinaannya adalah kelompok haraki (gerakan).
  5. Jelas benderanya dan terang tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.
  6. Membina “Qaidah Shalabah” (Kelompok inti) yang dapat menopang seluruh bangunan.
  7. Memanfaatkan dan mempergunakan semua daya serta potensi yang ada.
  8. Mengukur bobot seseorang dengan mizan takwa.
  9. Pembinaan melalui celah-celah peristiwa dan aktifitas yang konkrit.
  10. Al Jihad
  11. Menanamkan kepercayaan dalam lubuk hati akan pertolongan Allah
  12. Uswah Hasanah dan kepemimpinan yang beramal nyata.
  13. Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan.
  14. Berwawasan jauh ke depan, khususnya dalam perubahan dari satu fase ke fase yang lain.
  15. Para sahabat Ra menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakan.


Sebelum saya memulai keterangan pokok-pokok tersebut secata terperinci, maka ada baiknya saya kemukakan mengenai segi manfaat yang dapat diambil dengan mengetahui konsep nabawi dalam tarbiyah ini.  Dengan mengetahui Manhaj ini maka banyak manfaat yang dapat diambil, khususnya bagi mereka yang hendak menegakkan dien Allah di muka bumi dan menumbuhkan masyarakat muslim dalam kehidupan yang nyata sesudah masyarakat tersebut lenyap dari pandangan dan lenyap dari wujudnya.

Manfaat-manfaat yang penting antara lain :

Pertama : Dapat mengetahui Manhaj (konsep) pemikiran Islam dalam menegakkan daulah.  Sebab manhaj pemikiran dan gerakan untuk menegakkan Islam tidak kurang nilainya dan tidak kurang pentingnya dari manhaj kehidupan dan tidak terpisah daripadanya.  Sebagaimana Dien in sendiri dari sisi Allah, maka cara yang ditempuhnya pertama kali juga dari sisi Allah.

Kedua : Untuk mengikuti jalan Rabbani ini dalam membela Dien Allah dan mengokohkan syari’atNya dalam kehidupan.  Disamping itu agar tetap konsisten di atas jalan tersebut.

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud : 120)

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. (QS. Al An’am : 90)

Jalan itulah yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam pertama kalinya sehingga Dien (agama) ini mendapatkan kemenangan dan sekali-kali agama ini tidak akan bangkit kembali ke muka bumi kecuali dengan cara tersebut.

Ustadz Sayyid Quthb berkata : “Pemeluk agama in harus benar-benar mengetahui  bahwa agama in dzatnya adalah Rabbani, maka manhaj operasionalnya juga Rabbani berjalan paralel dengan tabi’atnya.  Dan tidak mungkin memisahkan agama ini dari manhaj operasoinalnya.  Jika kita telah mengetahui manhaj operasionalnya, maka hendaknya kita tahu juga bahwa manhaj ini adalah manhaj yang fundamental, bukan manhaj kontemporer, geografis ataupun manhaj kondisional, khususnya dalam menghadapi problema-problema jama’ah Islam  yang pertama.  Sesungguhnya ia merupakan manhaj, dimana bangunan agama ini tidak akan tegak kapanpun juga kecuali dengannya.  Sesungguhnya berpegang teguh dengan manhaj  tersebut merupakan perkara yang sangat vital, seperti halnya berpegang teguh pada sistem Islam pada setiap gerakan”.

Ketiga : Dapat mengetahui keagungan panglima pembimbing (Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam ) yang telah mempraktekkan manhaj tersebut dan mengetahui keagungan para pasukan yang telah melaksanakan manhaj tersebut.

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam telah melahirkan, dalam waktu yang relatif singkat, sebuah generasi yang terdiri dari pemimpin-pemimpin ulung dan kenamaan.  Panglima-panglima militer yang digembleng Nabi Shallallahu Alayhi Wa Sallam , jumlah mereka lebih banyak daripada semua panglima militer sepanjang sejarah Islam.  Demikian juga beliau memunculkan generasi pemimpin, politikus, administrator, pembimbing, pengajar, hakim dan penguasa.  Jika ada seorang yang mampu menelorkan satu segi dari segi-segi tersebut, pastilah namanya akan ditulis dalam kelompok orang-orang abadi yang dikenang.  Lalu bagaimana halnya dengan orang yang dapat menggabungkan semua itu ?  Sesungguhnya ia benar-benar merupakan kebesaran Nubuwah sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Abbas r.a.

Sekarang, marilah kita kembali membicarakan tentang fondasi-fondasi yang dipergunakan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wa Sallam dalam menegakkan bangunan yang sangat besar tersebut.

oleh : Syaikh Abdullah Azzam (Kitab Tarbiyyah Jihadiyyah)

gashibu.com
[i] HR Bukhari (lihat : Shahih Al Jami’ Ash Shaghir 3294)

[ii] HR Ahmad, Bukhari dan Muslim (Lihat : Shahih Al Jami’ Ash Shaghir 731)
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,4,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,16,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,8,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,19,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Tarbiyah Nabi Terhadap Generasi Islam Yang Pertama ( 1 )
Tarbiyah Nabi Terhadap Generasi Islam Yang Pertama ( 1 )
http://4.bp.blogspot.com/-eQjhlsTUDrs/UaNusdQ1_kI/AAAAAAAADrM/EJYN5lUq0bc/s400/contactlogo.png
http://4.bp.blogspot.com/-eQjhlsTUDrs/UaNusdQ1_kI/AAAAAAAADrM/EJYN5lUq0bc/s72-c/contactlogo.png
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2013/05/tarbiyah-nabi-terhadap-generasi-islam.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2013/05/tarbiyah-nabi-terhadap-generasi-islam.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy