Ketika Sekulerisme dan Takfiri Bekerjasama

SHARE:

Oleh : Munif Chatib Sebenarnya saya malas untuk menulis artikel ini, artikel tentang politik. Jujur saya kurang suka dengan politik. Nam...

Oleh : Munif Chatib

Sebenarnya saya malas untuk menulis artikel ini, artikel tentang politik. Jujur saya kurang suka dengan politik. Namun hati dan pikiran saya yang memerintahkan jari saya untuk menulisnya. Beberapa hari yang lalu seorang ayah yang baik mengeluh kepada saya tentang pendidikan anaknya di pondok.

“Jujur pak Munif, saya hanya ingin putra saya memahami agama Islam dan menjadi orang yang baik, karena itu saya rela berpisah dengan putra tersayang saya untuk saya pondokkan di luar kota. Tapi tiba-tiba ceritanya lain. Anak saya mengalami kekerasan fisik di pondoknya, yang dilakukan oleh kakak-kakak kelasnya yang bertindak sebagai kelompok keamanan. Hampir setiap hari anak saya disalahkan bahkan dipukuli. Mulanya anak saya tidak berani bercerita kepada saya, namun mungkin dia sudah tidak tahan lagi, dia lapor kepada saya. Ketika saya klarifikasi kepada ustadnya, ternyata ustadnya malah membela kelompok keamanan tersebut dan bahkan juga menyalahkan anak saya. Dan tidak hanya itu anak saya dicuci otaknya agar mempunyai pendirian mengkafirkan semua orang yang tidak sama pemahaman agamanya dengan aliran pondok tersebut. Termasuk saya, orangtuanya, kata anak saya sudah mendekati kekafiran. Sedih sekali saya. Saya ingin pindahkan segera anak saya dari pondok penjara seperti itu.”

Saya hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan keputusannya. Sehebat apapun, selengkap apapun fasilitasnya, jika sekolah sudah seperti itu, maka cepat-cepat keluarkan anak kita dari tempat itu. Sekolah seperti itu akan merusak pola pikir dan kepribadian anak kita. Sekolah itu akan menghasilkan lulusan-lulusan yang saat ini populer dengan sebutan ‘TAKFIRI’ atau ‘Islam garis keras’, yaitu yang selalu mengkafirkan orang lain ketika ada pemahaman agama, termasuk sekelumit fiqih yang berbeda. Dan perkembangan TAKFIRI saat ini tambah dahsyat yaitu ‘memerangi’ orang yang dianggap berbeda.

Namun ada momen lain yang akhirnya berhubungan dengan cerita seorang ayah tersebut.Saya barusan mengikuti semacam konferensi pendidikan tingkat dunia, singkatnya semua peserta sepakat dengan laporan yang cukup mengagetkan. Laporan tersebut adalah ternyata kualitas pendidikan dan kualitas manusia di negara yang mempunyai mahzab ‘sekulerisme’ di belahan dunia ini menunjukkan penurunan yang tajam. Mahzab pendidikan ‘Sekularisme’ adalah yang menjadikan pendidikan agama wajib dipisahkan dengan pendidikan umum. Bahkan pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah sebab hal itu adalah urusan pribadi. Setiap materi dari pelajaran apapun tidak ada hubungannya dengan agama dan akhlak. Dari laporan tersebut negara itu melahirkan generasi yang secara kognitif pandai namun secara akhlak berantakan. Apalagi akhlak yang berkaitan dengan kehidupan beragamanya. Kita semua tahu, negara dengan mahzab pendidikan ‘sekularisme’ dipelopori oleh Amerika Serikat. Saya punya banyak teman di Amerika, terutama teman-teman guru. Mereka juga gelisah terhadap keringnya pendidikan di Amerika dari aura pendekatan agama. Beberapa pendidik dari organisasi gereja dan sekolah-sekolah Islam di Amerika mencoba mengatasi masalah ini dengan mulai memasukkan unsur-unsur keindahan dan ilmu pengetahuan dari agama untuk diintegrasikan dengan semua materi pelajaran.

Jadi ada dua momen yang terus membuat saya gelisah yaitu ‘TAKFIRI’ dan ‘SEKULERISME’. Alangkah kagetnya ketika membaca surat kabar hari ini dengan headline: “AS Latih Islam Garis keras”. Wow dua hal yang saya takutkan sekarang bertemu dan bekerja sama saling bahu membahu. Jika boleh saya tambahkan judul koran tersebut adalah sebagai berikut: “AS LATIH ISLAM GARIS KERAS UNTUK MEMERANGI KEMANUSIAAN”. Saya sepakat AS adalah ‘oknum sistem politik’, bukan perorangan. Saya juga yakin ISLAM GARIS KERAS adalah ‘oknum sistem politik’, bukan juga perorangan.

Ketika pikiran saya kembali ke dunia pendidikan, dengan melihat momen-momen mengkhawatirkan di atas, ingin rasanya mewarnai setiap materi pelajaran dengan ruh agama. Ingin rasanya menyelimuti setiap materi pelajaran dengan sikap menghargai orang lain yang berbeda. Pengin rasanya ... semoga Allah meneteskan waktuNya kepada saya untuk mulai bekerja.
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,3,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,15,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,6,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,18,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Ketika Sekulerisme dan Takfiri Bekerjasama
Ketika Sekulerisme dan Takfiri Bekerjasama
http://1.bp.blogspot.com/-aKPpn7NZTEw/UifFavyQX2I/AAAAAAAAEio/uyv-jbhFGIA/s200/16.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-aKPpn7NZTEw/UifFavyQX2I/AAAAAAAAEio/uyv-jbhFGIA/s72-c/16.jpg
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2013/09/ketika-sekulerisme-dan-takfiri.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2013/09/ketika-sekulerisme-dan-takfiri.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy