Kawan Lawan Kawan

SHARE:

Mantra bernama kristenisasi memang luar biasa. Halus atau kasar bukan soalnya. Tapi kegigihan mereka yang menjadi muara. Corak kristenisa...

Mantra bernama kristenisasi memang luar biasa. Halus atau kasar bukan soalnya. Tapi kegigihan mereka yang menjadi muara. Corak kristenisasi di Indonesia memang beragam wajahnya. Adakalanya menumpang kapal bernama penjajahan. Missionaris menjadi kompasnya, tentara mengekor dibelakangnya. Seperti yang terjadi dalam pengabaran kepada orang-orang Batak yang belum beragama. Kadang kala pula nekad berkelana sendirian ke pedalaman. Ada pula yang hinggap menikmati dampak kebijakan “modernisasi” pemerintah kolonial. Seumpama di Toraja. Atau Kristenisasi ala kristen pribumi masa silam, yang tidak bergandengan dengan penjajah. Ia serupa dengan angin, berkelana kemana saja. Menantang akidah si Muslim. Mengajak berdebat, yang kalah, imannya mangkat. Bertukar dengan iman si pendebat.

Kiyai Sadrach umpamanya. Ia tak sudi berada dibawah kolong sang Belanda. Cara ia “berdakwah” dianggap bid’ah oleh Si Kulit Putih. Tapi ini tak menghentikan langkahnya mencari pengikut Anak Tuhan. Bukan satu dua oran bertukar iman. Puluhan hingga ribuan. Metodenya mudah, debat dan taklukkan perisai iman si kiyai, ulama atau ustad, maka jemaahnya akan menyusul. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Mengikuti peredebatan Islam Kristen memang menarik. Buku Kawan Lawan Kawan ini adalah rekaman sebuah perdebatan di masa silam. Pelakunya antara H.Fachrodin dengan dua orang nasrani, yang pernah memeluk Islam. Diterbitkan notulensinya dalam Bintang Islam sebuah majalah dua mingguan yang beliau gawangi. Di muat nomor 20 – 23, tahun 1926. Verslag (debat) ini kemudian dibukukan atas permintaan pembaca.

H. Fachrodin merupakan seorang Muhammadiyah tulen. Keluarganya murid-murid langsung KH Ahmad Dahlan. Kakaknya, H. Syuja adalah ketua PKO Muhammadiyah pertama. Adiknya Ki bagus Hadikusumo kelak menjadi pemimpin Muhammadiyah pula. Ia sendiri? Pendakwah, pembela buruh, jurnalis dan ‘Djempolan’ Muhammadiyah.

Perdebatan yang berjalan dalam beberapa kali pertemuan. Di awali dengan perkenalan dengan dua orang Christen di dalam spoor (kereta api). Tantangan perdebatan yang dilempar dua orang tadi disambut hangat H. Fachrodin. Taruhannya? Berpindah keyakinan. Yang kalah mengikuti agama yang menang. Dicatat dalam surat perjanjian. Tetapi bagi H. Fachrodin perdebatan agama bukan soal bertukar iman. tetapi mengikuti kebenaran dan keyakinan. Jika memang benar, tanpa perlu dijanjikan pun akan mengikutinya.

“Djikalau kita soenggoeh merasa mendjadi hamba Allah dengan sesoetji-soetjinja, tentoe tida akan ajal lagi berboeat dan mendjalankan kebenaran dan menoeroeti akal dan fikiranja… Saudara-saudara mesti ingat sendiri. Apakah pada waktoenja saudara beladjar agama Christen memakai perdjandjian? Ataoekah mendjalankan agama Christen itoe menoeroet sepandjang penerimaan fikiran saudara sendiri?”

Akhirnya tercapai kesepakatan bahwa perdebatan ini akan dimuat dalam surat kabar masing-masing. Dan bagi H. Fachrodin perdebatan agama bukan untuk permusuhan. tapi mengungkap kebenaran. Dengan kesantunan.

“Kita bertiga itu memang bersoengoeh-soengoeh bermaksoed mentjari kebenaran belaka. Sedikitpun kita sekalian didalam hati tida ada isi dengki dan panas, melainkan dengan kesoetjian hati belaka.”

H. Fachrodin memang seorang kristolog ‘Djempolan.’ Meskipun beliau tidak pernah khusus berguru mengenai agama Kristen, melainkan hanya membaca-baca Alkitab saja, namun ia mampu membuat duo Christen tersebut tersudut.

“Beladjar tida, tetapi membatja Bijbel dan sering-sering membitjarakan perkara-perkara ajat-ajat didalam Bijbel dengan saudara-saudara Christen, itoe soedah kerap kali,…”

Diserangnya duo Christen tadi dari perkara ayat-ayat Alkitab yang berselisihan. Umpamanya perselisihan Kitab Radja-Radja ke II pasal delapan ayat 26 dengan Kitab Tawarich III Pasal 22 ayat 2.

“Ini perkara boekan perkara jang ketjil sadja, tetapi ada satoe perkara kebenaran dengan kebatalan dan kesoetjian dengan kekotoran…Dari itoe kita tanjakan, manakah ajat doea itoe jang benar dan jang salah?”

Begitu pula malam berikutnya ketika membicarakan kepercayaan Christen yang menjadikan Yesus Tuhan karena mampu menghidupkan orang yang telah wafat.

“Sebab ada orang jang menghidoepkan orang jang telah mati, tetapi orang Christen tida soeka anggap atau angkat mendjadi Toehan….Iljasa ada menghideopkan anak laki-laki dari Djanda jang ditoempangi roemahnja itoe. …Tetapi betapa Iljasa tida diangkat mendjadi Toehan seperti Jezus?”

Beragam topik yang semakin dibahas semakin membuat duo Christen tadi terkurung dalam kerancuan Bijbel itu sendiri. Hingga akhirnya membuat dua orang tadi justru kembali memeluk Islam.

“Verslag kita soal – djawab tentang agama Christen, kita berhentikan sampai disini, karena soedah tjoekoep semoeanja dan soedah dihabisi dengan oetjapan Sjahadat oleh LAWAN kita bekas KAWAN sekarang soedah menjdadi KAWAN poela.”

Yang menarik dari perdebatan ini juga pemakaian kata-kata yang dekat dengan Islam pada masa itu. Seperti kenaikan Yesus disebut oleh dua orang Christen tadi dengan ‘Mi’raj’. Atau kata beribadat dengan ‘Sembahjang.’ Kita jadi teringat akan Kiyai Sadrach yang akrab ‘dakwanya’ dengan istilah dalam Islam’.

Apa yang telah H. Fachrodin torehkan dalam perdebatan dengan kesantunan ini menyisakan pertanyaan bagi kita saat ini. Jika beliau sejak lampau menegaskan garis antara Islam dengan Christen, justru sebagian generasi Muhammadiyah saat ini malah mengaburkan garis perbedaan itu dengan mantra pluralisme agama. Kemana teladan H. Fachrodin itu mereka lemparkan? Semoga Allah menunjukkan jalan kepada mereka yang tersesat itu.



Judul : Kawan Lawan Kawan

Penulis : H. Fachrodin

Tahun Terbit : 1926.

Cetakan : 5

Jumlah Halaman : 55

Penerbit : H. M. Soedja – Mataram

oleh : Beggy*

*Aktivis Jejak Islam Bangsa | JIB
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jejak Islam Bangsa adalah sekumpulan peminat sejarah Islam di nusantara, sebuah komunitas pecinta sejarah Islam. Dididirikan pada Juli 2013, bermula dari keprihatinan kami akan penafsiran sejarah yang tidak berpandangan Islam serta seakan mengubur peran besar Islam dalam bangsa ini.

JIB kembali menepuk memori Indonesia, membuka cakrawali ke perbendaharaan lama, bahwa Islam di Indonesia saling berpilin, tak dapat dipisahkan
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,147,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,1,Branding,1,Buku,7,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,6,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,6,IRF,1,Islam,99,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,32,Kampus,3,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,15,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,24,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,5,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,3,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,18,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Kawan Lawan Kawan
Kawan Lawan Kawan
http://2.bp.blogspot.com/-QZnEK1JcSwA/UtMvK9T9fcI/AAAAAAAAFPA/MCgbvC-CzIE/s1600/1212.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-QZnEK1JcSwA/UtMvK9T9fcI/AAAAAAAAFPA/MCgbvC-CzIE/s72-c/1212.jpg
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2014/01/kawan-lawan-kawan.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2014/01/kawan-lawan-kawan.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy