Diskriminasi dan Kebisuan Media Arus Utama

SHARE:

BERITA yang dirilis Tribunnews.com pada 22 Februari 2015 ini patut dicermati. Dalam pemberitaannya, Tribunnews.com (Kompas-Gramedia G...



BERITA yang dirilis Tribunnews.com pada 22 Februari 2015 ini patut dicermati. Dalam pemberitaannya, Tribunnews.com (Kompas-Gramedia Group) menurunkan judul Ustaz Arifin Ilham Rendahkan Nabi Muhammad SAW yang mengutip salah satu ceramahnya di stasiun TV nasional tentang topik Nabi Muhammad dan praktik poligami. Video potongan ceramah ini lantas diunggah oleh akun Satu Islam di YouTube yang kemudian menjadi pembahasan seru di jagat maya.

Dalam video yang berdurasi 42 detik itu, Ustad Arifin Ilham mengatakan bahkan Nabi Muhammad SAW pun tak bisa berlaku adil. Menurut akun Satu Islam, Ustad Arifin Ilham secara serampangan menafsirkan ayat-ayat suci Alquran.

Di komentarnya, akun Satu Islam menuliskan, ”Ustadz Arifin IIlham bikin ulah lagi, sekarang sudah berani menghina dan merendahkan Rasulullah SAW. Bahkan, dia berani memelintir terjemahan kalimat untuk menghina Baginda Nabi SAW demi menutupi kelemahan dirinya dalam berbuat adil dengan kedua istrinya.” (Tribunnews.com, 22/2).

Mengenai topik hangat soal potongan video ceramah Ustad Arifin Ilham itu, ada beberapa catatan terkait pemberitaan ini.

Pertama, pemberitaan oleh Tribunnews.com tersebut jelas melangkahi kaidah jurnalistik yang selalu berpedoman pada prinsip cover both side atau keberimbangan dalam penulisan berita. Hal ini jelas terlihat begitu kentara dalam penurunan berita yang bertajuk Ustaz Arifin Ilham Rendahkan Nabi Muhammad SAW oleh Tribunnews.com itu.

Terbukti bahwa Ustad Arifin Ilham tidak dimintai komentarnya terkait tuduhan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW atas ceramahnya tentang praktik poligami yang ditayangkan salah satu TV swasta nasional. Padahal, komentar Arifin sangat penting agar nilai berita tersebut berimbang. Bukan hanya menilai dari satu sudut pandang saja.

Jelas ini melanggar kode etik jurnalistik. Pada pasal 1 Kode Etik Jurnalistik Indonesia disebutkan bahwa wartawan harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk. Yang perlu penulis garis bawahi di sini adalah unsur keberimbangan dalam berita tersebut. Di pasal 1 disebutkan bahwa berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan yang sama.

MENGUTIP hanya dari satu sumber (akun Satu Islam) tanpa memintai argumentasi dari Arifin Ilham merupakan bentuk pelanggaran kode etik tersebut. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di bab III pasal 7 sudah ditegaskan bahwa wartawan memiliki dan menaati kode etik jurnalistik.

Catatan kedua, media arus utama (mainstream) cenderung bersikap pasif apabila ada isu-isu sensitif yang sebenarnya penting untuk diketahui masyarakat secara jernih dan memberikan pemahaman yang tidak sepotong-sepotong.

Contoh paling gamblang terlihat pada kasus penyerangan Majelis Az-Zikra di Sentul, Bogor. Majelis zikir yang dipimpin oleh Ustad Arifin Ilham itu diserbu orang-orang tak dikenal. Seorang warga menjadi korban pengeroyokan orang-orang tersebut.

Kasus ini dipicu oleh spanduk anti-syiah yang dipasang di permukiman Bukit Az-Zikra. Warga setempat mendaulat Ustad Arifin Ilham sebagai komandan perang melawan syiah.

Kepada awak media, Ustad Arifin Ilham sudah memberikan klarifikasinya terkait kasus itu. Kepada majalah Gatra, misalnya, penjelasan Ustad Arifin jelas. ”Itu warga. Bukan perintah saya. Bukan kebijakan yayasan. Beritanya seolah-olah Az Zikra yang memancing. Di spanduk, tulisannya warga menolak paham Syiah. Spanduk itu baru dua mingguan terpasang. Saya sempat sekali melihat. Saya sendiri bertanya-tanya, apa maksudnya. Saya tidak begitu dalam dakwah. Yang kenal saya pasti yakin, itu spanduk bukan ide saya,” ujarnya sebagaimana dikutip dari majalah Gatra (20/2).

Permasalahannya, tidak banyak media arus utama yang menaruh perhatian khusus dalam kejadian yang menimpa Majelis Az Zikra. Terkesan sunyi senyap, tenang tenteram hingga masyarakat seolah tidak mengetahui bahwa ada hal besar yang sedang terjadi. Ini sangat bertolak belakang apabila Front Pembela Islam (FPI) menertibkan tempat-tempat maksiat. Justru tindakan FPI tersebut menjadi santapan banyak media arus utama yang pemberitaannya terkesan menyudutkan dan tidak berimbang.

Jelas di sini kita bisa melihat bahwa ada apa dengan media arus utama di Indonesia? Apabila pemberitaan sudah tidak cover both side, tidak berimbang, dan terkesan diskriminatif terhadap suatu pihak tertentu, kita patut menduga bahwa standar ganda di media itu boleh terjadi memang benar-benar ada. []

Oleh: Eko Prasetyo, Peneliti Media pada Bina Qolam Indonesia-Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya

COMMENTS

BLOGGER
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,3,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,15,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,6,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,19,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Diskriminasi dan Kebisuan Media Arus Utama
Diskriminasi dan Kebisuan Media Arus Utama
http://1.bp.blogspot.com/-CrjUYTupoRs/VOxqKIqlywI/AAAAAAAAGXc/T55-jgaJ0oY/s1600/meida.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-CrjUYTupoRs/VOxqKIqlywI/AAAAAAAAGXc/T55-jgaJ0oY/s72-c/meida.jpg
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2015/02/diskriminasi-dan-kebisuan-media-arus.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2015/02/diskriminasi-dan-kebisuan-media-arus.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy