Pemikiran Syeikh Nuruddin Al Raniri

SHARE:

Syeikh Nuruddin Muhammad Jailani ibn Ali Ibn Hasanji Ibn Muhammad Hamid al-Raniri (m.1068 H/1658 M) – yang lebih dikenal Syekh Nuruddin a...

Syeikh Nuruddin Muhammad Jailani ibn Ali Ibn Hasanji Ibn Muhammad Hamid
al-Raniri (m.1068 H/1658 M) – yang lebih dikenal Syekh Nuruddin al-Raniri --  adalah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Aceh Darussalam.  Nuruddin al-Raniri pernah menjadi  mufti kerajaan dan Shaykh al-Islam yang terkenal di zamannya.  Karya-karyanya  berpengaruh besar dalam tradisi pemikiran Melayu-Nusantara. 

Al-Raniri dilantik menjadi Mufti Besar Aceh oleh Sultan Iskandar Tsani (1637-1641 M). Ia dikenal juga sebagai ulama yang sangat produktif dalam menulis. Lebih 25 kitab telah ditulisnya. Diantaranya adalah: (1). Durr al-Fara’id bi Sharh al-‘Aqa’id (2)  Hidayat al-Habib fi al-Targhib wa al-Tarhib (1635), (3)  Lata’if al-Asrar (4)  Asrar al-Insan fi Ma‘rifat al-Ruh wa al-Rahman (4) at-Tibyan fi Ma‘rifat al-Adyan (4). Akhbar al-Akihrah fi Ahwal al-Qiyamah (5) Jawahir al-‘Ulum fi Kashf al-Ma‘lum (6)  Hujjat al-Siddiq li Daf‘ al-Zindiq (7) Fath al-Mubin ‘ala al-Mulhidin (8) Al-Lama‘an fi Takfir man Qala bi Khalq al-Qur’an (9)  Sawarim al-Siddiq li Qat‘i al-Zindiq, dan sebagainya.  

 Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud dan Dr. Khalif Muammar telah melakukan kajian mendalam terhadap salah satu karya terkenal al-Raniri, yaitu  Durr al-Fara’id  bi Sharh al-‘Aqa’id.  Kajian itu dituangkan dalam satu naskah berjudul “Kerangka Komprehensif Pemikiran Melayu Abad ke-17 Masihi Berdasarkan Manuskrip Durr al-Fara’id  Karangan Sheikh Nurudin al-Raniri”.  (International Journal of the Malay World and Civilisation, 2009).  Menurut kedua sarjana tersebut,  Durr al-Fara’id, besar kemungkinan mulai ditulis oleh al-Raniri saat dia berada di Pahang sebelum bertugas ke Aceh.

 Durr al-Fara’id adalah karya mengenai akidah umat Islam. Kitab ini secara khusus membahas asas-asas keyakinan dan metafisika umat Islam termasuk juga epistemologi, ilmu kalam, dan falsafah kepimpinan, dan sebagainya.  yang meliputi perbincangan hakikat ilmu, alam, sifat-sifat Allah, al-Qur’an, dosa besar, konsep iman, perkara-perkara yang menyebabkan seseorang kufur, mukjizat, para rasul, malaikat, kitab-kitab, Mi’raj Rasulullah, karamah, khilafah, imamah, tanda-tanda kiamat, azab kubur, surga dan neraka, kedudukan orang beriman dan lain-lain. Kebanyakan persoalan-persoalan tersebut dan hal-hal yang berkaitan dengannya dijelaskan dengan panjang lebar dan mendalam dalam Durr al-Fara’id sehingga membentuk dan menggambarkan kerangka pemikiran komprehensif seorang Muslim. 

“Oleh (karena) itu buku ini dapat dikatakan sebagai salah satu sumber utama pandangan alam (worldview) orang Melayu pada masa itu yang memiliki banyak persamaan dengan orang Islam di tempat lain,” tulis Prof. Wan Mohd Nor dan Dr Khalif Muammar.

 Sebagaimana diketahui, aliran akidah yang berkembang di alam Melayu adalah aliran Asya‘irah yang dinisbahkan kepada Imam Abu Hasan al-Asy‘ari (m.324H/935M).  Aliran Asya‘irah ini adalah aliran yang dominan dalam kelompok Ahli Sunnah wa al-Jama‘ah. Namun demikian fakta yang menarik adalah karya al-Nasafi dan al-Taftazani yang menjadi sumber utama pembahasan Durr al-Fara’id  beraliran Maturidiyyah yang juga bagian Ahlus Sunnah wa al-Jama‘ah.  “Ini menunjukkan bahwa terdapat keluwesan dan keterbukaan di kalangan ulama Ahli Sunnah. Walaupun al-Raniri menegaskan pilihan mazhab dan alirannya namun beliau tidak sesekali menafikan kebenaran mazhab dan aliran lain, dalam kelompok Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah,” tulis kedua sarjana tersebut.

Epistemologi Melayu
Al-Raniri memulai kajian kitabnya ini dengan menerangkan sebuah konsep dasar dalam falsafah ilmu (epistemologi), dengan menulis: “Kata segala orang yang beriktikad sebenarnya: hakikat segala sesuatu itu teguh jua, ertinya kebenaran segala sesuatu itu tetap dan teguh jua adanya,dan pada pengetahuan akan dia sebenarnya, ertinya kita iktikadkan bahawa segala yang dilihat seperti langit dan bumi dan barang yang dalam keduanya itu iaitu jua pada penglihatan dan pada pengetahuan demikianlah sama jua pada iktikad”.

Dengan ungkapan tersebut, menurut Prof. Wan Mohd Nor dan Dr. Khalif Muammar, para ulama ini membezakan golongan yang benar, yang disebut sebagai ahl al-haq, dengan golongan yang salah (yang disebut ahl al-batil). Golongan benar, Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, ini dapat dilihat telah bersepakat terhadap banyak perkara dan menentang penyelewengan yang dilakukan oleh golongan lain. Baik itu golongan Sofis, Mu’tazilah, Khawarij, Jahmiyyah, Syi’ah dan sebagainya. 

Prinsip ini juga sangat berbeda dengan prinsip pluralisme yang berpendapat bahwa kebenaran tidak dapat dicapai seseorang manusia dengan pasti. Ilmu yang dimiliki manusia selamanya relatif. Sedangkan bagi golongan Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, sesuai dengan pandangan Islam, manusia dapat mencapai kepastian tentang  sesuatu hakikat. Kepastian itu dapat diraih melalui pancaindera, wahyu, atau akal. 

“Sudah tentu kebenaran yang dicapai melalui wahyu yang benar akan lebih autoritatif kerana ia diberikan oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Dengan wujudnya wahyu ini maka pemisahan mutlak antara ilmu Tuhan dan ilmu manusia tidak terjadi. Sebahagian daripada ilmu Tuhan telah diberikan kepada manusia melalui nabi dan rasul. Maka ilmu manusia yang dibenarkan oleh wahyu ini pasti atau mutlak sifatnya.”

Selanjutnya, al-Raniri menjelaskan kesesatan golongan Sofis (Sophists) yang meragukan dan mengingkari wujudnya hakikat bagi segala sesuatu:  “Adapun pada i‘tiqad Sufasta’iyyah bersalahan dengan demikian itu, tetapi kata mereka itu cita–cita dan wahm dan khayal sia-sia jua. Dan lagi pula katanya segala suatu itu mengikut pada i‘tiqad jika di i‘tiqadkan pada suatu itu kekal maka iaitu kekal jua dan jika di i‘tiqadkan baharu maka baharu jua. Dan lagi
pula katanya segala suatu itu dalam syak jua dan yang syak itu tiada berputusan
ertinya segala suatu itu bukannya iaitu,  demikianlah i‘tiqad Sufasta’iyyah yang
amat sesat itu”. 

Kitab Durr al-Fara’id, ini juga membahas secara mendalam tentang sumber-sumber ilmu. Dipaparkan tentang tiga sumber ilmu:  yaitu pancaindera, khabar Sadiq (wahyu, berita yang benar) dan akal.  Akal, menurut Al-Raniri, dapat menjadi sumber ilmu bagi manusia. Dengan akal yang sehat,  seseorang dapat mencapai keyakinan akan kewujudan Tuhan. Al-Raniri membuat paparan logika yang kuat bagaimana manusia bisa menemukan kewujudan Tuhan dengan akalnya. 


 Jadi, simpul Prof Wan dan Dr. Khalif, jelas bahwa pemikiran Islam yang dikembangkan oleh para ulama masa silam yang berwibawa, baik di negeri-negeri Arab maupun di alam Melayu, adalah pemikiran yang rasional dan saintifik. Mereka tidak sekali pun menanamkan pemikiran yang tidak rasional seperti mitos dan legenda. Epistemologi Islam yang mereka paparkan, yang merangkum khabar Shadiq (wahyu), pancaindera dan akal rasional membuktikan bahwa dalam Islam tidak ada pemisahan mutlak antara wahyu dan akal, Justeru keduanya dapat berfungsi dalam usaha manusia untuk maju dan membangun peradaban yang tinggi. Wallahu a’lam bil-shawab. (***)

Oleh: Dr. Adian Husaini
(Dosen Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor) 

COMMENTS

BLOGGER
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,4,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,16,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,8,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,19,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Pemikiran Syeikh Nuruddin Al Raniri
Pemikiran Syeikh Nuruddin Al Raniri
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2015/03/pemikiran-syeikh-nuruddin-al-raniri.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2015/03/pemikiran-syeikh-nuruddin-al-raniri.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy