Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jakarta ini (milik) siapa???

Banjir saat hujan (langganan!), kebakaran saat kemarau ( tradisi!), kemacetan tak berujung (apalagi kalo pagi, bisa tua di jalan!) yang menyebabkan polusi udara yang amat mengganggu kesehatan, dan ternyata disambut baik dengan sumbangan tambahan dari pabrik, ibu kita pun juga gak mau ketinggalan, sampah keluarga (kita juga ikut andil kok, tenang aja!), air limbah cucian piring, pakaian. kepadatan penduduk yang sudah sampai taraf memprihatinkan dan ternyata terus dan masih menyedot para “pengembara” untuk berbondong-bondong mengintip rezeki di ibukota (termasuk saya). Dan masih banyak ‘keistimewaan’ Jakarta yang menjadi pekerjaan rumah bersama (emang tugas sekolah). 


Lalu siapa yang bertanggungjawab terhadap keadaan Jakarta hari ini dan yang akan datang? Presidenkah? Gubernur mungkin? Walikota? Lurah masing-masing daerah? Sehingga para masyarakat bebas dan tak peduli dengan problem dan tak ada sangkut pautnya dengan keadaan Jakarta. dan punya hak untuk membuang sampah di sungai yang akan meluapkan saat banjir, bahkan saat kemarau pun di pakai untuk MKP (melengkapi kebutuhan pribadi), seperti mencuci pakaian, cuci piring, bahkan mandi plus curhat (curahan hajat) pun di sungai yang notabenenya meraka cemari sendiri, sehingga permasalahan kesehatan diikutsertakan, dan anak-anak menjadi korban yang kesekian kali (ngeri bener negeriku ini…) 

Sebenarnya, milik siapakah Jakarta ini. Apakah milik orang betawi, sehingga orang jawa bisa sesukanya dan tak ikut menanggung beban salah akan di Jakarta ini, atau milik orang batak sehingga orang padang bisa “semau gue” menggunakan fasilitas Jakarta yang telah disediakan secara alami. Atau milik semua orang yang berdomisili di Jakarta, entah suku apapun, entah yang sudah di Jakarta sekian tahun, entah yang baru tadi sore, akan memiliki kewajiban yang sama dalam urusan yang satu ini. 

Inilah, mau tak mau kita harus menyisihkan waktu kita untuk berpikir tentang ini. Sebelum tak bisa dipikir dan diperbaiki lagi. Sebelum Jakarta menjadi musuh tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bila kita memakai Asas A’a GYM, Mari perbaiki jakarta mulai dari yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.


:astig:
Pena Aksi





Post ADS 1