Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tugas Kita Hanya Bekerja.


Tiap kali akan melakukan sesuatu, sering kali kita langsung memperkirakan hasil. Dan sering kali juga yang terlintas ialah kegagalan terlebih dahulu daripada keberhasilan. Padahal kita belum melakukannya, Ya Tugas kita hanya bekerja(melakukannya). Tanpa melakukannya mana bisa kita menghakimi hasil yang akan kita peroleh. Berstrategi memang hal utama, namun bila tidak diejawantahkan hanya akan menjadi tulisan diatas kertas saja.


Walau sering kali tugas yang kita lakukan tidak seratus persen, ya memang tabiatnya di dunia ini tiada yang sempurna. Mau bukti?, dalam termodinamika kita akan menjumpai mesin carnot, yaitu mesin perubah energi kalor menjadi kerja, nantinya kita akan berbicara tentang efisiensi mesin. Yang nilainya η= (kerja/kalor masuk)x100% .dalam teori nilai η bisa 100%, namun dalam kenyataannya hari ini belum ada mesin carnot yang nilai efisiensinya 100%, dikarenakan energi kalor yang masuk tidak hanya berubah menjadi kerja, tetapi juga menjadi energi lain.

Namun apa karena di dunia ini tidak ada kerja yang seratus persen, kemudian kita langsung saja mematahkan semangat kita?.Rasanya tidak juga, “Ajruki’ala qadri nashabiki” (Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu) (HR.Muslim). jika bercermin pada hadist ini kita memang harus bekerja hingga batas tertentu agar ganjaran yang akan kita terima setimpal. Bekerja , berikhtiar.

Berikhtiar menjadi pintu kita untuk menggapai sesuatu, bersungguh-sungguh pada proses ini kemudian menyandarkan rasa tawakal setelahnya dan berharap dengan transmisikan doa yang ikhlas.

Rasulullah bersabda, ”jika kiamat terjadi, sementara ditanganmu ada bibit kurma, maka jika kamu mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, maka tanamlah.”(HR.Ahmad)


Mengapa harus menanam nantinya tidak ada yang memanfaatkannya baik yang menanam atau orang setelahnya? Inilah “keluarbiasaan Islam yang mengajarkan kita berpikir ke depan, meski tidak mesti dia yang merasakan.

Tugas kita hanya bekerja. Melakukan apapun yang kita bisa. Karena, “Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kemudian ada burung, manusia atau binatang yang memakannya, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya?”.


waAllahu’alam
"Momentum perbaikan diri"


sumber inspirasi:
celotehan muh ase 
zero to hero 
untukmu kader
dan literatur fisika


    Post ADS 1