Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjiwai Pancasila dengan Gotong - Royong

Bulan juni adalah bulan bersejarah bagi Bangsa Indonesia.bulan di mana lahirnya dasar negara Indonesia yaitu “Pancasila”.Pancasila adalah bukti nyata bahwa negara Indonesia terlahir sebagai negara demokrasi,namun bukan demokrasi ala Barat yang mendewakan hak individu.Negara Indonesia bukanlah negara sekuler tetapi bukan juga negara agama.Indonesia adalah negara demokrasi kekeluargaan atau dapat disebut demokrasi Pancasila. 

Pada tanggal 1 juni 1945 Bung Karno dalam pidatonya mengenai dasar negara pada sidang BPUPKI ternyata tidak hanya menawarkan kelima sila yang kini menjadi dasar negara.namun beliau juga merangkumnya untuk memberikan alternative untuk peserta sidang yang tidak menyukai bilangan lima.sehingga bung karno memeras kelima sila tersebut menjadi Tri Sila bahkan bisa dikerucutkan lagi menjadi Eka Sila : 

Atau barang kali ada saudara - saudara yang tidak suka bilangan lima itu?saya boleh peras, sehingga tinggal 3 saja.Saudara - saudara Tanya pada saya apakah “perasaan” yang tiga itu? Berpuluh – puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar – dasarnya Indonesia Merdeka/ Weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, Kebangsaan dan internasionalisme, Kebangsaan dan perikemanusiaan, saya peras menjadi satu : itulah yang dahulu saya namakan socio – nationalism 


Dan demokrasi yang bukan demokrasi barat, tapi politiek-economische democratie, yaitu politieke – democratie dengan socialerechtvaardigheid : inilah yang dahulu saya namakan socio-democratie. 


TInggal lagi ke-Tuhaan yang menghormati satu sama lain.jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga :socio-nationalisme, socio-democratie, dan ke-Tuhanan.kalau tuan senang kepada simbolik tiga, ambillah yang tiga ini.tetapi barang kali tidak semua tuan – tuan senang kepada Tri Sila ini, dan minta satu, satu dasar saja? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu.Apakah yang satu itu? 

Sebagai tadi telah saya katakan: kita mendirikan negara Indonesia,yang kita semua harus mendukungnya.semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, Bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia,bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia-semua buat semua!. Jikalau saya peras kelima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan “gotong – royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong – royong. 

Dari kutipan pidato bung Karno sangatlah jelas dasar dari kesemua sila tersebut adalah sifat gotong royong . jiwa gotong royong sudah sangat mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia.kita harus menjiwai kelima sila yang menjadi dasar negara saat ini dengan jiwa gotong – royong. 

Memahami “Ke-Tuhanan yang Maha Esa” dengan jiwa gotong – royong.bukan ke-Tuhanan yang saling menyerang atau menjatuhkan.Bukan kemanusiaan yang bandel dan biadab.bukan persekutuan Indonesia.bukan juga keadilan sosial yang memihak. 

Sekali lagi perlu kita pahami jiwa gotong – royong haruslah ada dalam setiap diri rakyat Indonesia.karena ini merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam memakanai nilai-nilai Pancasila.Karena gotong – royong merupakan jati diri bangsa Indonesia yang murni.jadi diperlukan sesuatu yang murni untuk membangun negara yang mandiri dan kuat pada era globalisasi.


follow me on twitter @ihsanamuslim
Post ADS 1