Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mau Muttaqim, Cuma ‘pakai’ Ramadhan kok!

Diantara nikmat besar lainnya, Allah telah menyediakan untuk hamba-Nya ialah nikmat bulan Ramadhan. Bulan dimana seakan semua kemurahan, keutamaan, keberkahan di tumblek-ablek di sini. Pada siang hari diwajibkan berpuasa, dan dengan puasa seorang muslim dapat mencapai sebuah gelar Muttaqim. Di bulan ini juga, Allah menurunkan Quran sebagai kompas manusia. Dan tak tanggung-tanggung, sepotong malam Allah hadiahkan kepada kita untuk beribadah habis-habisan karena dimalam yang seindah ini lebih baik daripada seribu bulan.


Seakan Surga Open House, pintu neraka digembok, Syetan divonis kurungan, nafsu yang bocor ditambal terutama buat anak muda –sedikit labil- seperti kita yang masih memiliki ‘teganggan tinggi’ yang meluap-luap. Semua itu merupakan kesempatan yang diberikan kepada Allah untuk hamba yang ingin ‘kembali’ dan bertaubat kepada-Nya. Karena bulan Ramadhan selalu datang pada momentum yang pas, dikala Umat Islam sedang keletihan iman, ruhiyah yang lemah, dan hampanya akan amalan. Hadirlah, Oase Ramadhan menawarkan sumber air yang segar bagi ‘dahaga’ jiwa kita. Tinggal kembali ke diri kita sendiri, hendak meneguk atau membuangnya sia-sia.

Mari siap-siap untuk menyambut. packing perlengkapan: bekal raga yang sehat, jiwa yang tenang, akomodasi ilmu puasa yang memadai, lalu tinggalkan beban dan..... larilah!


  1. Memperkuat kerinduan dan kecintaan pada Ramadhan.Pasang keceriaan di wajah terbaikmu. Rasakan kehadiran Ramadhan menyantol di kehidupan kita. Jangan salah, Nabi Muhammad –yang disebut Michael Heart sebagai manusia terhebat nomor wahid di dunia- ini pun selalu berdoa, “Yaa, Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”. Seakan tersirat tuntas kerinduan Rasulullah pada bulan Mulia itu. 
  2. Menyiapkan diri dengan baik. Persiapan hati, fisik, dan akal.Untuk bekal hati sediakan: perbanyak ibadah, membaca Ayat Cinta-Nya –Quran-, shaum sunnah, dzikir –jangan ingat Allah pas susah saja-, dan doa. Nah, untuk sangu fisik siapkan: jaga kesehatan, dan harta yang halal, kalau perlu bersih-bersih rumah sekalian -Kan bakal kedatangan ‘Tamu’!-, Dan selanjutnya, akal. Kuasai ilmu-ilmu ibadah puasa, kalau masih ragu, sediakan saja P3K berupa buku pedoman seputar puasa. 
  3. Merencanakan Peningkatan prestasi ibadah.Ramadhan merupakan Syahrut Taubah (Bulan bertaubat) -Ehm, kalau ndak percaya, liat artis-artis yang buru-buru pakai jilbab, taubat dadakan -. Dewasa ini, bangsa kita perlu dosis taubat dan istaghfar yang lumayan banyak. KKN -Korupsi, kolusi, nepotisme- bak cawan dimusim penghujan, krisis kepercayaan yang kronis, kebocoran nafsu disana-sini, sia-sianya amanah. Insya Allah lewat Ramadhan yang juga disebut Syahrut Tarbiyah (Bulan Pendidikan) ini mampu memberikan angin segar, motivasi hikmah, kejernihan pikiran, dan kemantaban dalam kebaikan. Mari, Hiasi Ramadhanmu dengan Shaum sesuai Nabi, Shalat Tarawih yang gigih, tilawah Al-Quran yang cekatan, infak yang banyak, dan i’tikaf di masjid terdekat, serta jangan lupa bayar zakat biar selamat dunia-akhirat!
  4. Syahrul Jihad .Sebenarnya cukup digabungkan dengan bahasan diatas, namun sepertinya kurang mantab saja, karena perlu deskripsi sendiri mengenai puncak ajaran Islam ini –Jihad-. Ya. Jihad adalah atap ajaran dan rahasia kemuliaan Islam. Sedangkan pondasi dari Jihad itu sendiri adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Lewat Ramadhan, Yuk kita semai ruhul jihad dalam hati kita. Karena, Perang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang menakhlukkan tentara Mongol, penakhlukkan Andalusia oleh Tariq bin Ziyaad, bahkan Kemerdekaan Indonesia pun terjadi di pijakan bulan Ramadhan.


Jadi, mari sambut Ramadhan dengan hati yang ikhlas, lila legawa, dan memasang tekad yang tegak. Selamat mengambil keberkahan Ramadhanmu!

Arif Setiyanto
Ikuti PenaAksi[dot]Com di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk mendukung gerakan "Saatnya Mahasiswa Menulis"


Referensi: Tarhid dan Panduan Ramadhan karya Dr. Salim Segar Al-Jufri, MA.
Post ADS 1