Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmah Pencari Takjil

Sore itu jalanan ibu kota cukup lengang karena ditinggal sebagian besar penghuninya ke kampung halaman,namun pemandangan berbeda terjadi di masjid – masjid yang semakin ramai dipenuhi oleh jamaah yang beritikaf, menghabiskan waktu mereka untuk Sang Pencipta dengan tujuan mendapatkan ridho Allah Swt. Aku (madih) dan Ahmad mencoba untuk menjadi bagian dari mereka,mencoba untuk beritikaf di masjid Istiqlal yang menjadi kebanggan indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Sesampainya di Masjid Istiqlal kami melihat pemandangan yang sungguh luar biasa.ketika banyak orang indonesia sibuk mempersiapkan diri mereka untuk mudik,ternyata masih banyak pemuda dan orang tua yang memakmurkan masjid untuk beritikaf.semakin terpacu adrenalin muda kami untuk semakin giat beribadah.itikaf kami di buka dengan shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kami bagi Rumah Allah yang Agung ini. 

“Madih sudah mau berbuka ayo kita ke bawah ada takjil gratis dari pengurus masjid”Ahmad mengajak 

“Sebentar lagi,kita tilawah Qur’an dulu satu halaman setelah itu baru kebawah” jawabku 

Setelah selesai membaca Quran kami menyegerakan diri kebawah untuk mendapatkan takjil gratis yang telah disediakan pengurus masjid.tidak tanggung – tanggung pengurus masjid menyediakan takjil gratis sebanyak 3000 porsi selama bulan ramadhan. 

Kami di arahkan oleh pengurus masjid untuk duduk bersila di barisan yang telah ditentukan.kami menunggu dengan harapan mendapatkan takjil dari para petugas,namun apalah daya takjil sebegitu banyaknya habis dengan jumlah jamaah yang melebihi dari porsi yang telah disediakan. 

“Ayo mad kita sebaiknya mencari Takjil di luar saja,keliahtanya kita tidak akan kebagian” aku berkata dengan nada kecewa 

“oke” Jawab ahmad dengan mantap sambil meninggalkan barisan 

“Kalau tahu begini tadi seharusnya kita lebih cepat datang ya” Aku menggerutu masih dengan nada kecewa. 

“Udah, gak usah di sesali,Pasti ada Hikmahnya kok.lagi pula kita telat karena tilawah Qur’an kan? Jadi tidak pantas untuk kita sesalkan” Jawab Ahmad Penuh dengan nasihat. 

****** 

“Allahu Akbar Allahu Akbar” Azan dikumandangan oleh Muazin dengan sangat indah yang membuat para umat Muslim bergembira menyambut waktu berbuka puasa.Alhamdulillah kami dapat berbuka dengan membeli segelas teh manis hangat ditemani beberapa gorengan yang di jual oleh para pedagang di pinggir emperan masjid. 

Kumandang Azan telah berakhir,dari pintu masjid ramai – ramai orang keluar dengan membawa nasi kotak yang tadi aku lihat di bagikan oleh petugas masjid.mayoritas dari mereka adalah kaum fakir miskin. 

“Banyak Juga ya Bu fakir miskin yang berbuka disini “ Tanya Ahmad ke pedagang Gorengan. 

“Iya de Alhamdulillah.seenggakanya bulan ramdhan ini membawa bekah bagi mereka,begitu juga dengan ibu” jawab ibu pedagang sekaligus Curhat. 

“Pantesan tadi kita gak kebagian takjilnya,tapi emang udah jadi rezeki mereka ya bu” Ahmad menambahkan 

“iya de”jawab ibu pedagang sambil melayani pembeli yang lain. 

“Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah” aku beristighfar dalam hati dan tetap berdiam diri tidak ikut berbincang. 

Perbincangan itu membuat aku sadar ternyata Allah paling Maha Mengetahui siapa hambaNya yang lebih berhak mendapatkan Rezeki dari-Nya.Entahlah jawaban ini hanya sekedar menghibur atau tidak,namun setidaknya kini hatiku tidak lagi kecewa dan jauh lebih Tenang. 

“Ya Allah,Pelajaran berharga ini semoga menjadi awal yang baik untuk diriku demi mendapatkan ridhoMu”Aku Berdoa agar itikaf kali ini mendapatkan ridho dariNya 

Setelah merasa cukup dengan takjil yang dibeli,kami menyegerakan diri berwudhu untuk mengerjakan shalat Magrib yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Post ADS 1