Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar dari Bangsa lain Bag.3

Assalamu’alaikum, saya akan sambung kultwit bagaimana menjadi bangsa pintar, selamat mengikuti


  1. Hidup itu seperti permainan. Sebagaimana layaknya sebuah permainan, pasti ada pemain & ada jg penonton
  2. menjadi pemain jauh lebih mulia ketimbang sebagai penonton
  3. Tanggung jawab pemain & penonton itu beda. Pemain tak sekadar bertindak u/ dirinya tapi jg u/ pihak lain
  4. pemain hrs berjuang di lapangan, peras otak, kucurkan keringat, kerahkan tenaga, & sering cedera u/ memenangkan pertandingan
  5. di luar arena pertandingan, pemain dituntut u/ selalu disiplin & serius dlm berlatih
  6. menjadi pemain ataupun penonton adalah pilihan. Kita berhak memilih salah satunya
  7. yg perlu kita ingat, seorang pemain berhak mendapat bayaran, sebaliknya penonton justru membayar ongkosnya
  8. dan tentu saja, piagam penghargaan selalu diperuntukkan buat pemain, bukan diberikan kepada penonton
  9. menjadi pemain adalah karakteristik bangsa pintar, sedangkan menjadi penonton adalah ciri bangsa bodoh
  10. Jika ingin memperjuangkan & mewujudkan nilai yg menjadi cita2 berbangsa & bernegara, maka kita hrs menjadi pemain, bukan 
  11. Pemain memperjuangkan cita2 berbangsa & bernegara. berperan penting & strategis dlm aspek: ekonomi, sosial, budaya, politik, & keamanan
  12. memposisikan bangsa Indonesia sbg pemain bukanlah pekerjaan baru, karena kita sesungguhnya adalah bangsa pemain di tingkat 
  13. Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, adalah bukti bahwa Indonesia merupakan pemain di kancah internasional
  14. Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1955 di Bandung jg bukti bahwa bangsa Indonesia adalah pemain
  15. .Indonesia saat ini sedang terpuruk. Namun demikian kita tdk boleh bersedih & berpangku tangan. Kita harus bangkit & menjadi pemain!
sekian untuk saat ini, insya Allah akan saya lanjutkan pada kultwit berikutnya, wassalam

@HeppyTrenggono
Post ADS 1