Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam Militan


Islam militan, mendengar kata ini mungkin sebagian kita langsung terbersit ke FPI, perempuan bercadar, lelaki berjenggot panjang dan Para pemuda-pemudi yang kerap kali berteriak “Allahu Akbar!” ketika melakukan aksi. Di Indonesia, militant  memang identik dengan radikalisme, kolot dan anti demokrasi.

Tapi, benarkah itu semua menggambarkan militant yang sebenarnya?.Militan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti semangat, tekad dan ambisi. Dalam Al-Qur’an sendiri,Allah menyuruh kita untuk bersikap militant (QS:2:148). Rasulullah dan para Sahabatnya sendiri bersikap militant, saat mensyi’arkan agama Islam ini.Tanpa sikap tersebut, tentu islam tak akan berkembang sampai sekarang.

Tanpa militant, bangsa Indonesia yang mayoritasnya ummat islam, tak akan merdeka dari cengkraman para penjajah. Begitu juga dengan kita sebagai pemuda.Gairah kita tak akan bergelora, tanpa ada militant dalam jiwa-jiwa kita semua.Akan tetapi, penyaluran sikap ini harus dilakukan secara tepat.Sikap militant ibarat sebuah bensin.Bensin, apabila disalurkan ke tanki mesin motor atau mobil,maka akan bermanfaat dalam menggerakkan motor/mobil. Sebaliknya, jika bensin diguyur ke sebuah rumah atau ke tubuh seseorang, maka bensin itu bersifat merusak.Begitupula dengan sikap militant, apabila disalurkan kepada nafsu amarah, dendam, dengki, syahwat tentu akan berimbas kerusakan pada psikis dan fisik kita.

Betapa banyak,saudara kita yang bunuh diri karena ditolak cinta syahwatnya, atau terkena serangan jantung karena iri pada saudaranya.Namun,jika sikap militant itu dipergunakan dalam mempertahankan harga diri agama,bangsa,Negara dan keluarga kitaa,akan menghasilkan ketegasan dan kelugasan dimata umum.Jadi,pemuda yang tak punya rasa militant dalam dirinya,maka dipertanyakan ‘kepemudaan’ nya pada dirinya.So,hanya satu kata untuk kita semua.Pemuda Harus Militan!

Achmad.P.Nugroho (Politeknik Negeri Jakarta)
@puariesthaufani
Artikel yang sedang Anda baca saat ini merupakan salah satu kontribusi karya tulis yang dikirimkan ke redaksi Pena Aksi. Ingin berpartisipasi? Ikuti petunjuknya di sini.
Post ADS 1