Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesederhanaan Prawoto Mangkusasmito, Pejabat RI Tempo Dulu

Hanibal Wijayanta

Wartawan Senior, Executive Producer An TV

Di masa lampau, para tokoh politik nasional terbiasa dalam pola hidup sederhana. Sementara di masa kini, seorang politisi yang baru merangkak di jenjang pengurus cabang saja, sudah bergelimang harta, dan bergaya hidup mewah. Sebagai teladan, saya share cuplikan Tesis saya tentang Ketua Umum Partai Masyumi terakhir, Prawoto Mangkusasmito, berikut ini:


Sejak masih menjadi pejabat tinggi negara di lembaga legislatif maupun di lembaga eksekutif, peri kehidupan Prawoto Mangkusasmito dan keluarganya tetap sederhana. Sumber nafkah keluarga hanya berasal dari gaji sebagai pejabat negara. Sebagaimana para pemimpin ummat maupun pemimpin nasional di masa lampau lainnya, Prawoto Mangkusasmito tidak pernah memanfaatkan kedudukannya sebagai seorang pejabat tinggi negara ataupun petinggi partai politik. Sementara itu, setelah Prawoto Mangkusasmito berada di dalam tahanan Orde Lama, praktis sumber nafkah keluarga terhenti. Untuk menyambung kehidupan keluarga mereka, Rabingah, sang isteri, akhirnya menjadi tulang punggung keluarga Prawoto Mangkusasmito dalam mencari nafkah.

Setelah dibebaskan dari tahanan rezim Orde Lama bersama beberapa tokoh Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia, Prawoto Mangkusasmito langsung aktif menggalang upaya rehabilitasi Partai Masyumi. Karena kegiatan suaminya kembali terfokus pada kegiatan-kegiatan politik dan keummatan, maka Nyonya Rabingah Prawoto Mangkusasmito pula yang tetap menjadi tulang punggung keluarga. Sebab, pada saat itu bekas Wakil Perdana Menteri dan Wakil Ketua I Konstituante itu sudah tidak menjabat apa-apa lagi di pemerintahan. Prawoto Mangkusasmito pun tidak berdagang ataupun memiliki usaha lain.

Kesederhanaan Prawoto Mangkusasmito dalam peri kehidupan sehari-harinya sangat menarik, sehingga wartawan Pos Indonesia, Tan Eng Kie, menggambarkan dalam tulisan yang dimuat di korannya, sebagai berikut:

“Ia bukan seorang politikus jang menggunakan politik untuk mentjari duit. Ia berdjuang untuk Negara dan Rakjat Indonesia dan ini kelihatan sekali dari penghidupannja."

"Ia hidup sangat sederhana dan jang mentjari uang untuk hidup sehari-hari adalah Ibu Prawoto sendiri. Kesempatan untuk mendjadi Komisaris perusahaan banjak sekali djika ia mau, apalagi ia pernah mendjadi Wakil Perdana Menteri dan bekas Pimpinan Umum dari MASJUMI.”

Dalam pandangan bekas tokoh GPII, Abdul Qadir Djaelani, Prawoto Mangkusasmito adalah pemimpin yang konsisten, teguh pendirian dan senantiasa hidup sederhana. Meskipun pernah menjadi pejabat negara, menjadi pimpinan dan bahkan Ketua Umum Partai Masyumi, Prawoto Mangkusasmito tak pernah merasa risih mengerjakan pekerjaan rumah tangga pada saat berada di rumah, seperti menimba air, menyapu, mengepel lantai, dan mencuci baju.

Kehidupan Prawoto Mangkusasmito pun sangat sederhana, tidak neko-neko, namun selalu memberikan perhatian kepada orang-orang dekatnya. Prawoto Mangkusasmito dan isterinya, pernah berkunjung ke rumah Abdul Qadir Djaelani yang sempit, buruk dan berada di pinggir kali, di pelosok kampung Pasar Minggu kumuh untuk menjenguk kadernya itu, ketika sedang sakit.

Suara-islam.com
Post ADS 1