Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Be A Champion in Ramadhan


Subhanallah, hari pertama salah tarawih semua mesjid penuh. Tidak ada celah kosong di mesjid, bahkan sampai memenuhi jalan raya. Di hari ke-2, ke-3, ke-4,.. sampai pada hari ini ada “kemajuan” di mesjid-mesjid.. Maksudnya, semakin hari saf salat selangkah lebih maju

Sebuah catatan yang menjadi renungan dan motivasi selama Ramadhan,. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).

Akhi, ukhti,, be a champion adalah sebuah pilihan.Hanya orang- orang pilihanlah yang menjadi Sang Jawara..
Tahukah kalian apa yang membuat Sang Jawara berbeda dengan yang lainnya? Ada 1 hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri TO BE A CHAMPION selama bulan Ramadhan, yaitu GOING THE EXTRA MILES. Tidak menyerah dengan rata-rata..

WE ARE THE CHAMPION ketika kita memilih meminimalisirkan waktu tidur kita di bulan Ramadhan untuk beribadah, di saat yang lain memilih berleha-leha dan perbanyak tidurnya untuk menghabiskan hari-hari di bulan Ramadhan..

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih berani melawan rasa dinginnya air kemudian bersujud di hadapan Ilahi Rabbi dan bertilawah, di saat yang lain memilih menonton acara televisi untuk menghabiskan waktu sahurnya.,
diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Bilal, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaklah kamu mendirikan shalat malam karena itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. Sungguh, shalat malam mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, menghapuskan kesalahan, menjaga diri dari dosa dan mengusirpenyakit dari tubuh" (Hadits ini dinyatakan shahih oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyetujuinya, 1/308),

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih berdzikir, bertilawah,, di saat yang lain memilih tidur untuk menghabiskan waktu luang mereka.,
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi)

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih berbuka puasa dengan secukupnya kemudian langsung menuju mesjid untuk solat Maghrib berjamaah, di saat yang lain memilih menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan dan menunda solat maghrib dengan alasan kekenyangan.,

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih tarawih, di saat yang lain memilih jalan-jalan atau nonton konser musik Ramadhan Live untuk menghabiskan malam selama Ramadhan.,

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih berdzikir, tilawah Al-Qur’an, dan beritikaf di masjid, di saat yang lain memilih I’TIKAF DI MALL dengan alasan “Lebaran dikit lagi” untuk menghabiskan 10 hari terakhir Ramadhan.,

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih bersedekah dan menyantuni anak yatim, di saat yang lain memilih belanja baju lebaran, sepatu lebaran, kerudung lebaran (pokonya semuanya buat lebaran) untuk menghabiskan harta mereka..

WE ARE THE CHAMPION Ketika kita memilih menyegerakan sholat, di saat yang lain memilih menunda waktu sholat dengan alasan “ pUasa lemesss”

Untuk menjadi Sang Jawara di bulan Ramadhan hanya butuh SEDIKIT LEBIH BAIK dari orang lain. Perbedaan juara pertama dalam Lomba Lari Maraton dengan yang lainnya adalah hanya 0,00…. Detik .Jadi, untuk menjadi Sang Jawara kita harus melebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dsb dari orang lain.Boleh jadi ini adalah Ramadhan yang terakhir untuk kita.

Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran.

Semoga kita menjadi golongan hamba ALLAH yang kokoh di saat yang lain runtuh sampai hari terakhir Ramadhan dan hari-hari setelahnya,, amin.

Wallahu a'lam bishshawab.,

Gita Wulandari, Universitas Negeri Jakarta

Artikel yang sedang Anda baca saat ini merupakan salah satu kontribusi karya tulis yang dikirimkan ke redaksi Pena Aksi. Ingin berpartisipasi? Ikuti petunjuknya di sini.
Post ADS 1