Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesejahteraan Indonesia Berada di Tangan Pemudanya yang Anti Korupsi


Disaat masyarakat Indonesia menginginkan hilangnya korupsi dan membenci koruptor, disisi lain praktek kejujuran dimusuhi oleh masyarakat sendiri. Padahal kejujuran adalah tameng yang sangat prinsipal dalam menghadapi tindak korupsi. Kemana kredibilitas dan integritas bangsa yang besar ini?

***

Pemuda Era Penjajahan dan Masa Kini

Memerangi korupsi yang sudah menjadi penyakit menular dalam sistem pemerintahan dan di masyarakat, pemuda harus mengetahui sumber penyakitnya. Pertama-tama korupsi muncul karena pemuda rentan terhadap godaan. Zaman telah berubah dan pola pikir juga ikut berubah. Pemuda masa kini cenderung tergoda budaya instan untuk meraup kekayaan. Sementara pemuda era penjajahan sudah muak hidup sebagai bangsa jajahan. Maka apa pun akan mereka lakukan untuk mengusir penjajah. Kemerdekaan menjadi barang mahal dan mimpi panjang yang terus tertunda. Pada zaman ini pemuda sudah mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan. Namun pemuda kembali tersandera oleh keinginan dan hasrat untuk menikmati kemerdekaan dengan cara apa pun, termasuk korupsi. Meskipun tidak semua pemuda Indonesia memiliki kecenderungan untuk korupsi, tapi setidaknya pontensi untuk korupsi tetaplah ada dalam diri setiap orang. 

Pemuda Indonesia saat ini hidup di tengah-tengah badai korupsi. Masihkan pemuda bisa diharapkan menjadi garda terdepan membungihanguskan korupsi? Masihkan pemuda bisa menjadi tonggak pemersatu untuk memerangi korupsi? Meskipun ada sedikit rasa pesimis, tapi di mana ada kemauan pasti di situ ada jalan. Tidak ada kata mustahil bagi pemuda Indonesia untuk memerangi korupsi, jika memiliki tekad yang bulat dan semangat juang yang tinggi dan dilandasi rasa cinta tanah air serta melepaskan kepentingan pribadi.

Pemangsa Uang Negera Bahkan Lebih Berbahaya dan Licik Dari Teroris

Wajar kalau bangsa ini selamanya akan terpuruk karena orang-orang yang bertanggung jawab mengurus bangsa hanya mementingkan dirinya sendiri. Jangan bermimpi mendapatkan negara Indonesia yang makmur dan sejahtera seperti yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, sementara negara ini masih berada dalam lingkaran egois yang terus-menerus hanya memikirkan kepentingan sendiri. 

Kita tidak bisa menafikan bahwa korupsi adalah sumber segala bencana dan kejatahan yang terjadi di negara kita. Berapa banyak manusia yang hidup dalam lingkaran kemiskinan di negara kita yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang layak? Berapa banyak manusia yang hidup di negara kita tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak lagi-lagi hanya karena persoalan ekonomi? Berapa banyak manusia yang hidup di negara kita tidak mampu berobat hanya karena persoalan ekonomi? Kegagalan bangsa kita dalam memberantas korupsi adalah terletak pada ketidakperhatian kita terhadap pemberdayaan masyarakat khususnya generasi muda. 

Peran kaum muda dalam memberantas pemangsa uang negara sangatlah dibutuhkan. Kaum muda sudah saatnya menjadi fondasi terhadap masa depan bangsa. Sebagaimana generasi muda sering diidentikkan dengan agent of change. Generasi muda mampu menjadikan negara ini menjadi negara makmur yang terlepas dari korupsi. Kesadaran dan partisipasi kaum muda dalam memberantas korupsi sangat diharapkan. Dengan kesadaran dan moralitas yang tinggi akan mampu menjadikan Indonesia masa depan menjadi lebih baik. 

Dimulai dari Diri Sendiri

Semangat persatuan memberantas korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendisplinkan diri sendiri. Mendisplinkan diri itu tidaklah mudah. Acapkali pemuda masa kini tidak tepat waktu, baik itu dalam menepati janji maupun tepat waktu saat kuliah. Maka istilah “jam karet” sudah menjadi salah satu budaya negatif di negara ini. Mendisplinkan diri menjadi hal yang pertama dan utama untuk memberantas korupsi.

Pemberantasan korupsi harus menjadi suatu prioritas yang paling utama, sebab kita mesti sadar bahwa korupsi adalah akar dari semua permasalahan bangsa yang sedang kita hadapi. Bukan hanya sebatas mencuri atau menggelapkan uang, tetapi lambat laun juga merasuk ke dalam mental, moral, tata nilai dan cara berfikir, maka muncullah istilah corrupted mind. Daya rusak korupsi sangat dahsyat, karena sudah menjadikan orang tidak normal lagi dalam bersikap, berperilaku dan mengambil keputusan. Mindset pejabat publik rusak karena virus korupsi, dimana merekalah yang disebut sebagai pemangsa uang negara. Mereka dari awal sudah berniat menumpuk kekayaan dengan kekuasaan yang dimilikinya, rela menggandaikan martabatnya sebagai pejabat publik demi rupiah, padahal mereka mengetahui bahwa apa yang dilakukan akan membuat dirinya dipenjara.

Dimana Peran Pemuda?

Pemuda memiliki semangat untuk berubah dan kemampuan untuk melakukan perubahan. Hal ini yang menjadi peran paling penting dari pemuda. Jika kita melihat kembali sejarah Indonesia, kita akan melihat begitu dominannya peran pemuda dalam melakukan perubahan. Dimulai dari kebangkitan nasional 100 tahun silam, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, lahir dan tumbangnya orde baru serta lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda, negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan.

Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Pemuda harus mampu mengkritisi dan menegur orang tuanya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi. Pemuda juga harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi. Jika hal tersebut dapat dilakukan oleh para pemuda maka kekuatan pemuda akan menjadi penghalang utama bagi koruptor-koruptor yang memangsa keuangan negara dan memiskinkan warga negara Indonesia.

Di kampus, mahasiswa jangan ragu untuk membuat kelompok studi dan gerakan anti korupsi. Kampus harus bisa menjadi pelopor dalam pengawasan kasus korupsi, misalnya para mahasiswa di setiap kampus bisa membuka posko pengaduan korupsi dari masyarakat untuk kemudian dilaporkan kepada KPK atau instasi hukum terkait. Mahasiswa juga perlu mendorong agar kurikulum pendidikan anti korupsi bisa diterapkan pada setiap universitas, agar setiap mahasiswa dapat mengenal terlebih dahulu bahaya korupsi sebelum melawannya. Jadi, perlu sekali adanya pendidikan terhadap akan bahanyanya korupsi untuk kalangan pemuda.

Organisasi pemuda tingkatan daerah haruslah menjadi pengawas kinerja aparatur di daerah, sedangkan organisasi pemuda di tingkatan nasional haruslah menjadi pengawas kinerja aparatur di tingkatan nasional. Pemuda bersatu padu dari seluruh tanah air bertekad memberantas korupsi dalam wadah satu organisasi yang terpencar di seluruh tanah air, tapi memiliki jiwa yang sama yakni memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Jika tidak, maka benih-benih pemuda yang akan memberantas korupsi akan dilindas oleh sistem yang sangat besar dan kuat. Lalu bagaimana dengan pemuda yang tidak berorganisasi? Meskipun hanya sebagai individu, tidak menutup kemungkinan seseorang berperan serta dalam pemberantasan korupsi. Peran tersebut dapat dimulai dari sikap zero tolerance terhadap tindakan korupsi, melakukan pengawasan, bahkan sampai pelaporan kasus korupsi dapat dilakukan oleh setiap orang, tidak hanya organisasi. Senjata pemuda Indonesia melawan pemangsa uang negara terletak pada niat dan tekad yang kuat untuk bersatu padu memberantas korupsi.

Pemuda, kita merupakan pewaris sah seluruh kekayaan alam yang ada di negeri ini. Indonesia merupakan potensi kekuatan ekonomi dunia di masa mendatang. Dengan mengandalkan kekuatan hasil alam, letak strategis dan jumlah penduduk sebagai potensi kekuatan, bukan suatu hal yang mustahil kita akan menjadi negara adidaya dan mampu berbicara banyak dalam pergaulan internasional. Apa syaratnya?

Syaratnya cukup mudah, pemuda Indonesia bersatu melawan korupsi dan bekerja nyata untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Hidup Mahasiswa! Hidup Pemuda Indonesia!

*Mahasiswa Fisika Universitas Negeri Jakarta

Artikel yang sedang Anda baca saat ini merupakan salah satu kontribusi karya tulis yang dikirimkan ke redaksi Pena Aksi. Ingin berpartisipasi? Ikuti petunjuknya di sini.
Post ADS 1