Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

COOPERATIVE FAIR 2014


Seperti halnya di Eropa, perkembangan koperasi di Indonesia juga lahir karena motivasi kemiskinan rakyat yang disebabkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia oleh bangsa Belanda dan Jepang. Melihat kondisi memperhatinkan ini, seorang tokoh bernama R. A. Wiriatmadja mendirikan koperasi simpan pinjam pada tahun 1986. Pendirian koperasi pertama inilah yang menjadi cikal bakal perkembangan koperasi di Indonesia.

Jika pertumbuhan koperasi yang pertama di Indonesia menekankan pada kegiatan simpan-pinjam, maka selanjutnya tumbuh pula koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang konsumsi dan dan kemudian koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi. Perkembangan koperasi dari berbagai jenis kegiatan usaha tersebut selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada suatu bentuk koperasi yang memiliki beberapa jenis kegiatan usaha. Koperasi serba usaha ini mengambil langkah-langkah kegiatan usaha yang paling mudah mereka kerjakan terlebih dulu, seperti kegiatan penyediaan barang-barang keperluan produksi bersama-sama dengan kegiatan simpan-pinjam ataupun kegiatan penyediaan barang-barang keperluan konsumsi bersama-sama dengan kegiatan simpan-pinjam dan sebagainya.

Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding dengan jumlah koperasi per-Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Namun dari sekian banyaknya koperasi yang ada di Indonesia, maka timbul sebuah pertanyaan, yaitu dari sekian banyak koperasi yang ada, apakah ada koperasi yang benar-benar mematuhi jati diri koperasi yang sebenarnya?

Koperasi Kampus Unsoed (Kopkun) pernah buat poling sederhana untuk mahasiswa disana. Dalam poling tersebut, terdapat pertanyaan: Apakah koperasi kumpulan orang atau modal? Hasilnya, 63% responden dari 200an orang menjawab kumpulan modal. Padahal koperasi merupakan kumpulan orang-orang, bukanlah kumpulan modal. Hasil survey tersebut telah menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual pun ternyata tidak memahami jati diri koperasi yang sesungguhnya. Maka dari itu kami berinisiatif untuk mengadakan COFA 2014 dengan tema “Jati diri koperasi yang sejati menghasilkan kesejahteraan yang merata” Tema ini dipilih karena kita ingin mengingatkan bahwa jati diri koperasi yang sesungguhnya sangat penting untuk diterapkan agar koperasi dapat memberikan kesejahteraan yang merata bagi anggota dan masyarakat pada umumnya. Acara ini akan memaparkan mengenai betapa pentingnya kita memahami jati diri koperasi yang sesungguhnya. Dengan diangkatnya tema ini, diharapkan para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa akan menjadi generasi intelektual yang memahami jati diri koperasi dan menghilangkan pandangan yang salah kaprah terhadap koperasi. Sehingga koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian bangsa dapat memberikan kesejahteraan yang merata bagi anggota dan masyarakat pada umumnya.




MAIN EVENT

Hari Pertama 

a. Cooperative competition – Paper presentation

Paper presentation merupakan rangkaian perlombaan pertama yang turut akan menentukan juara satu, dua, dan tiga dari Call for Paper. Paper presentation akan memberikan bobot 40% dari keseluruhan nilai. Tim peserta akan mempresentasikan paper yang telah mereka kirimkan dan presentasi sudah dipersiapkan oleh tim peserta sebelum hari-H. Panitia akan mengabarkan peserta terlebih dahulu saat menanyakan kepastian apakah mereka ingin melanjutkan perlombaan atau tidak. Satu tim akan diberikan waktu 10 menit untuk presentasi dan tanya jawab. Penilai dari presentasi tersebut akan diusahakan berasal dari dosen koperasi di FEUI.

b. Cooperative competition – Cooperative Cases study

Cooperative Cases Study merupakan salah satu rangkaian perlombaan yang akan menentukan juara satu, dua, dan tiga dari cooperative competition. Serupa dengan paper presentation, cases stduy juga memberikan bobot 30% dari keseluruhan nilai. Cases akan dibagikan kepada tim peserta pada malam hari setelah Technical Meeting dan pengumuman hasil sementara. Cases yang dibagikan kepada setiap tim adalah cases yang sama dan berisi tentang cerita sebuah koperasi yang mengalami begitu banyak masalah. Tim peserta diminta untuk mencari solusi untuk menangani masalah tersebut sesuai dengan prinsip dan nilai koperasi, dan mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki oleh koperasi tersebut yang mampu menjadi solusi untuk menghadapi efek negatif dari globalisasi. Tim peserta diperbolehkan untuk menggunakan literatur sebanyak mungkin dan internet untuk menyelesaikan kasus, dan tim boleh langsung berdiskusi setelah mereka sampai di penginapan setelah Technical Meeting.

c. Cooperative games

Cooperative Games adalah serangkaian permainan yang diadakan untuk menguji pengetahuan umum peserta mengenai koperasi. Penilaian dari Cooperative Games ini tidak termasuk ke dalam penilaian Paper Competition. Dari Cooperative Games ini, kami akan mencari 3 tim terbaik dengan skor tertinggi sebagai “The Excellent Team”

Cooperative Games ini terdiri dari 5 rangkaian permainan, yaitu Co-Photos, Co-Heroes, Hoola-Coop, Co-counting dan Co-Pictures. Masing-masing tim akan diberikan arahan ke tempat game dilaksanakan (di sekitar FEUI). Karena permainannya cukup melelahkan, peserta diwajibkan membawa pakaian ganti untuk mengikuti kegiatan ini. 

Hari Kedua 

a. Seminar

Seminar merupakan salah satu main event yang juga merupakan agenda tahunan dari acara COFA di tahun-tahun sebelumnya. Seminar kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi yang mendalam kepada para peserta mengenai jati diri koperasi yang sesungguhnya serta peran koperasi dalam menciptakan kesejahteraan yang merata bagi anggota dan masyarakat pada umumnya. Kami sedang berusaha untuk mengundang adalah pembicara-pembicara yang sangat handal dan sangat mengerti mengenai jati diri koperasi yang sesungguhnya sehingga peserta seminar akan mendapatkan pemahaman yang benar mengenai jati diri koperasi. Disamping itu, seminar kali ini juga bertujuan untuk menanamkan semangat berkoperasi pada peserta seminar. Oleh karena itu, kami juga berusaha praktisi-praktisi di bidang koperasi yang telah berhasil menjalankan koperasi yang sesuai dengan jati dirinya. 

b. Talkshow

Talkshow kali ini akan mengundang tiga narasumber dengan background yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan perspektif yang berbeda dari pakar-pakar tersebut mengenai jati diri koperasi dan bagaimana praktiknya apabila jati diri koperasi yang sesungguhnya diterapkan pada koperasi-koperasi yang ada di Indonesia. Talkshow ini juga akan dipimpin oleh seorang moderator yang nantinya akan mengatur jalannya talkshow ini sehingga talkshow dapat berjalan dengan baik dan tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan. Ketiga narasumber tersebut akan mengulas kembali keseluruhan materi seminar sesi satu dan dua dari sudut pandang mereka masing-masing. Talkshow ini juga akan menjadi forum diskusi karena latar belakang yang berbeda dari para narasumber akan menghasilkan pemikiran dan argumen yang berbeda-beda dari sudut pandang mereka. 

Post ADS 1