Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Depok Islamic Study Circle (DISC Masjid UI): Islah Keilmuan


#MudAksi tahu apa itu sekulerisme? kalo liberalisme? Maraknya proses sekulerisasi dan liberalisasi ilmu membuat sebagian umat islam tergerak untuk menjadi garda terdepan dalam bidang perbaikan ini. rusaknya ilmu yang telah tercampur dengan konsep cara pandang barat yanng di dominasi dengan syahwat, adalah masalah utama yang harus diperbaiki dan mengembalikanya dalam bingkai yang kerap di utarakan Prof.Syed Muhammad Naquib Al-Attas dengan "Worldview Islam".


Seperti yang telah Rasulullah lakukan ketika membangun peradaban Islam. walaupun ada peradaban besar seperti Romawi dan Persia. Rasulullah tidak silau untuk menyekolahkan anak-anak islam ke negeri mereka, namun rasulullah terlebih dahulu membangun anak-anak islam dengan bingkai Worldview Islam. tindakan ini dilakukan agar mereka mampu memfilter dan menempatkan pemikiran dan konsep-konsep dari “peradaban asing” itu dalam kerangka “worldview” Islam.

Tim penaaksi.com Andi Ryansyah berkesempatan mewawancarai Irfan Ketua Depok Islamic Study Circle (DISC) yang fokus studinya adalah islah (usaha perbaikan) melalui keilmuan.berikut hasi wawancaranya:

Pertama,ana ingin tanya, bagaimana sejarah/ latar belakang berdirinya DISC UI?




DISC karena dibawah struktur MasjidUI, nama resminya ialah DISC (Depok Islamic Study Circle) Masjid UI. Lembaga ini sejatinya ialah kelompok studi bagi dosen-dosem UiI yg dahulunya ialah aktivis Islam di UI. Dosen-dosen tersebut kebanyakan ialah aktivis di Masjid Arief Rahman Hakiem UI Salemba.Tokoh yang khusus berperan bagi pendirian DISC bernama: Abdurrahman Muchtar, M.Env dan Pak Dr.Ibnu Hamad (sekarangprofessor). Saat itu DISC yang telah punya "badan" itu belum beraktivitas optimal.Kendalanya ialah sepinya antusiasme dosen dan mahasiswa. Mungkin mahasiswa saat itu(2004-2008) lebih cenderung pada pergerakan massa / politik. Selain itu juga masalah kelembagaan.pada periode 2004-2008 belum jelas status DISC di Masjid UI.



Hari jadi DISC itu tanggal 22April 2008. Setelah sempat 2 kali diskusi, DISC kembali vakum. Hingga saat Komunitas Nuun, yg merupakan kelompok diskusi dari FIB (FakultasIlmuBudaya) UI diperkenalkan oleh Pak Fithrullah (ImamRawatibMasjid) kepihak Masjid. Maka pada 2 Maret 2009, Badan Pelaksana Pengurus Masjid UI resmi membentuk manajemen sub-seksi DISC dibawah Seksi Pendidikan dari Bidang Pengembangan Masjid UI. Sejak saat itu, pewarna utama DISC menjadi lebih mahasiswa, meski dosen masih ikut serta menjadi pembina.

Kemudian apa saja kegiatan/program DISC UI?

Penerbitan buletin perpekan. 2 jenis buletin. At-Tafakur, penulisnya adalah anak – anak DISC. Juga Khazanah, yakni menulis ulang karya ulama lampau. Kebanyakan dari Indonesia, semisal PakNatsir, BuyaHamka, PakRasjidi.

Diskusi pekanan. Bentuknya diskusi buku. Dikepengurusan kami telah 3 buku dikaji. Islam dan Sekulerisme karya AlAttas. Risalah untuk Kaum Muslimin karya Al Attas. Juga "Misteri Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib" karya Dr.Majid Irsan Kilani.

Web,fb,dan twitter.Web vakum, karena web masjid UI juga vakum.FB kami atas nama DISC Masjid UI.

Penerbitan Buku. Kepengurusan kami menerbitkan buku Koreksi Terhadap Dr.Nasution tentang Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya .Rangkaian proker penerbitan buku misalnya: peluncuran dan bedah buku, juga lomba resensi.

Seminar tentatif. Biasanya pada hari besar Islam.

Bagaimana struktur pengurus DISC UI? Berapa jumlah anggotanya? Apa anggotanya hanya mahasiswa UI atau juga umum?

Garis besarnya ada 3 lapisan struktur DISC. Pembina, penyelia, dan pengurus. Ketua Dewan Pembinaa dalah PakAbdurrahmanMuchtar,M.Env. Ketua Dewan Penyelia adalah Tri Shubhi Abdillah. Penyelia adalah Senior – Senior DISC.Pengurus saya ketuanya. Jumlah pengurus ada 8orang. Ada mahasiswa UI ada Non UI.Yakni dari LIPIA dan Paramadina.

Apa dan siapa Buku-buku/tokoh-tokoh yang menjadi referensi DISC UI?

Irfan (sebelah Kiri)
Buku – buku karya Prof.SyedMuhammadNaquibAl-Attas. Beliau filsuf Islam yang mendasari kerusakan umat Islam saat ini berpuncak pada kerusakan ilmunya.

Buku ulama ulung Islam masa lalu. PakRasjidi, BuyaHamka, PakNatsir. Sebenarnya buku kami tidak membatasi bacaan anak - anak. Tapi kita telah bersepakat bahwa ishlah yg dilakukan umat Islam haruslah berdasar pada keilmuan.Teman – teman kami ada yang fokus pada SaidNursi karena konsep islah beliau sama dengan yang kami yakini. Karena Ishlah yang di contohkan ulama – ulama dulu itu adalah lewat ilmu, seperti yang dipraktikan oleh Imam Ghazali, SyekhAbdulQodirJaelani dan Ibnu Qudamah AlMaqdisi.



Apa pesan Akh Irfan untuk pemuda Islam Indonesia dalam era perang pemikiran saat ini?

Perang pemikiran akan abadi. Perennial. Pemikiran ialah yang melandasi segala konsep dan laku politik ekonomi, politik, sosial budaya. Karena sentralnya demikian, para aktivis Muslim yang ingin menjadi ulama di bidang ini, harus serius belajar, dan tidak diganggu dengn aktivitas lain misalnya berpolitik. Sejak dahulu memang ada spesialisasi peran ulama dan umara'. Dan ulamalah yang dipedomani umara' bukan kebalikannya.

Untuk para aktivis Muslim yang memilih jalan gerakan massa atau politik, pengetahuan tentang pemikiran dan konsep ishlah sangatlah penting. Oleh karenanya, carilah guru yang benar – benar memahami agama dengan baik.Ulama yang memiliki otoritas dalam mengajarkan ilmunya.

rep: Andi
red: Muhammad Ihsan
Post ADS 1