Landasan Pendidikan dari Buya Natsir

SHARE:

Indonesia masih punya harapan untuk bangkit, ketika para generasi penerus bangsanya masih memiliki rasa kebanggaan terhadap tanah airny...



Indonesia masih punya harapan untuk bangkit, ketika para generasi penerus bangsanya masih memiliki rasa kebanggaan terhadap tanah airnya. Mengenal kisah perjalanan para pejuang adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia. Rasa bangga akan membentuk pribadi yang optimis, berjiwa besar, dan berpikir besar.

Rahim ibu pertiwi telah banyak melahirkan pejuang–pejuang sejati, salah satunya adalahMohammad Natsir. Bagi umat Islam, Buya Natsir adalah tokoh kebangkitan Islam yang fenomenal. Buya Natsir tak hanya pahlawan bagi Indonesia, dunia Islam pun mengakui peran dan pemikiranya.

Banyak orang lebih mengetahui Buya Natsir sebagai tokoh politik, dan juru dakwah. Sebenarnya pada masa–masa awal perjuangan beliau, Buya Nastir bergerak di bidang pendidikan terlebih dahulu. Pada tahun 1930 Buya Natsir mendirikan sekolah di Bandung yang ia namai “ Pendidikan Islam” (Pendis).


Motivasi Buya Natsir terjun kelapangan pendidikan adalah keinginan beliau membangun sistem pendidikan yang lebih sesuai dengan hakikat ajaran Islam. Di tengah dominasi sekolah–sekolah kolonial Pendis berusaha eksis dalam mencerdaskan rakyat Indonesia dikala itu.

Menurut Buya Natsir, pendidikan Islam ditujukan untuk membentuk manusia yang seimbang. Keimanan terhadap Allah dan Rasulullah harus di seimbangi oleh kecerdasan otak. Seimbang pula ketajaman akalnya dengan kemahiran tanganya untuk bekerja. Manusia yang percaya pada kekuatan sendiri, akan mampu berdiri sendiri dan tidak akan selalu bergantung pada harga ijazah untuk “makan gaji” sebagai pegawai.

Kenyataan hari ini manusia lebih menghargai kecerdasan di atas kertas (rapot, ijazah, sertifikat, dll) dibandingkan dengan kenyataan yang mereka lihat. Realita hari ini telah menggeser pemahaman masyarakat dalam menuntut ilmu menjadi lebih sempit.

Pendis memiliki metode pendidikan tersendiri, para murid tidak di ajarkan dengan cara menghafal. Murid–murid diajarkan untuk aktif, tidak pasif dan hanya menerima semuanya dari guru. Sekolah Pendis mempelopori pelaksanaan shalat berjamaah di sekolah. Untuk menjadi khatib, ditunjuklah murid–murid kelas tinggi kweekschool secara bergiliran sebagai ajang latihan bagi mereka.

Buya Natsir memang sangat mengedepankan praktik di lapangan, beliau tidak ingin ilmu itu hanya sebatas teori tanpa aplikasi. Ilmu akan membawakan manfaat jika kita mengamalkanya, dan agar dalam pengamalanya bisa sempurna tentu kita perlu banyak latihan. Untuk memberikan wadah kepada para murid, setiap setahun sekali Pendis mengadakan acara “Malam Ibu Bapak”. Pada acara tersebut para siswa akan menunjukkan hasil belajarnya selama ini, mulai dari penampilan teater, musik, tari–tarian, hingga berbagai macam kerajinan tangan. Banyak orang tua murid yang membeli hasil kerajinan tangan murid–murid Pendis.

Pendis hari ini memang tinggal sejarah, namun hasil karya Buya Natsir senantiasa menjadi pondasi dasar pendidikan di Indonesia. Pendis, Muhammadiyah, Pesantren, Taman Siswa, dan Sekolah Rakyat adalah warisan intelektual para pendiri bangsa ini. Semuanya telah teruji menghasilkan generasi hebat yang membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka.

Lalu kenapa hari ini kita takut menjadi diri sendiri, dan mengimport sistem serta kurikulum pendidikan dari negara lain. Indonesia justru harus bisa menemukan kekuatan sendiri, dengan berlandaskan pada kebudayaannya, termasuk dalam pelaksanaan pendidikan (Prof HAR Tilaar). Jika bukan kita yang melestarikan hasil karya mereka , lalu siapa lagi ?

tulisan ini sudah diterbitkan @fimadani

follow me on twitter @ihsanamuslim

COMMENTS

BLOGGER
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,4,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,16,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,8,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,19,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: Landasan Pendidikan dari Buya Natsir
Landasan Pendidikan dari Buya Natsir
http://4.bp.blogspot.com/-SSy2sU54YRc/UEkfMECBQWI/AAAAAAAABWk/9_VESknCpSs/s400/6.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-SSy2sU54YRc/UEkfMECBQWI/AAAAAAAABWk/9_VESknCpSs/s72-c/6.jpg
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2012/09/landasan-pendidikan-dari-buya-natsir.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2012/09/landasan-pendidikan-dari-buya-natsir.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy