Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bedah Perpustakan Umum Jakarta Timur


Kebiasaan Membaca buku membuat saya harus memutar otak gimana caranya bisa tetap membaca namun tidak perlu harus membeli buku.terlintas di benak saya perpustakaan lah jawabanya, setelah melalang buana di mbah google saya mendapatkan alamat perpustakaan daerah jakarta timur di Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga Jakarta Timur. Letaknya yang kurang strategis membuat banyak orang susah untuk mencarinya,namun di lain sisi keheningan suasana membaca terbentuk karena jauhnya jarak dari jalan raya.

Menjadi anggota di perpustakaan Jaktim pun tidak sulit.cukup membawa fotocopy KK dan KTP Jabodetabek serta membawa foto 2x3 tiga lembar.proses pembuatanya cukup lama yaitu 1 minggu,keadaan perpustakaan Jaktim pun cukup nyaman sejauh mata anda memandang hanya terlihat beberapa orang yang sedang membaca,mungkin tidak lebih dari sepuluh orang.sepinya pengunjung mungkin dikarenakan masih rendahnya minat baca masyarakat atau mungkin akses jalan yang rumit sehingga susah untuk di temui. hal ini perlu di tinjau lagi untuk membuat suatu inovasi agar minat baca rakyat indonesia tumbuh,karena bangsa yang besar adalah bangsa minat bacanya tinggi.

Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan pun lumayan update,namun jangan berharap kamu dapat menemukan buku baru terbit 4 bulan terkakhir. buku - buku yang ada kebanyakan adalah hibah dari perpustakaan nasional.  saya sendiri meminjam buku "Young on The Top" yang di tulis oleh Billy Boen dengan waktu peminjaman selama 2 minggu jika telat kamu akan dikenai denda Rp 200/hari.sangat di sayangkan sistem administrasi buku masih secara manual,jangan berharap kamu dapat mencari buku dengan catalog online/digital. semua buku kamu harus cari di rak atau mungkin dapat meminta petugas perpustakaan untuk mencarikan.


Perpustakaan Jakarta timur saya rekomendasikan bagi kamu yang tidak punya uang untuk membeli buku namun punya semangat untuk membaca yang tinggi.terutama bagi kamu yang masih mahasiswa seperti saya.

Muhammad Ihsan
Founder Kampung Sarjana
Post ADS 1