Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alternatif Energi Indonesia

Saat ini Pembangkit listrik Tenaga batubara di anggap terlalu kuno dan sangat mencemari lingkungan.Namun pada kenyataanya di indonesia sendiri masih di dominasi oleh PLTU batubara.hingga saat ini tercatat lebih dari 30 PLTU batubara tersebar di seluruh indonesia.hal ini dikarenakan PLTU batubara bisa menyediakan listrik dengan harga yang murah. Kelemahan utama dari PLTU batubara adalah pencemaran emisi karbonnya sangat tinggi, paling tinggi dibanding bahan bakar lain.

Indonesia, negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia. Indonesia sebenarnya memilki berbagai alternatif pembagkit listrik yang lebih ramah lingkungan seperti pembangkit listtrik tenaga ombak dan angin.namun disayangkan keduanya belum  mendapat perhatian khusus oleh pemerintah


Pembangkit Listrik tenaga angin mengkonversikan angin menjadi listrik dengan menggunakan  turbin angin yang berupa kincir angin. kincir angin akan memutar rotor generator di bagian belakang turbin.dari pergerakan generator tersebut maka dapat dihasilkan arus listrik dari gerekan blade / baling-baling yang bergerak karena hembusan angin.biasanya listrik disimpan di dalam baterai terlebih dahulu sebelum di gunakan




Pembangkit ini lebih effisien dari pada pembangkit listrik tenaga surya dalam menghasilkan listrik. Pembangkit ini tidak sembarang dapat digunakan karena medan yang akan dipasang harus memiliki hembusan / kecepatan angin yang tinggi dan stabil.berikut ini tabel kondisi angin yang dapat menghasilkan listrik.



Sangat di sayangkan hingga saat ini  hanya ada  lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas 80 kilowatt (kW) yang sudah dibangun di seluruh Indonesia.Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia seharusnya menjadikan indonesia garda terdepan dalam pemanfaatan energi pembangkit angin yang sangat ramah lingkungan. demi mewujudkan cita - cita konfrensi dunia mengenai pemanasan global di Nusa Dua, Bali pada akhir tahun 2007.


follow me on twitter @ihsanamuslim
Post ADS 1