Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sains Organisasi

 Kini satu hal lagi dalam raga ini yang melekat menjadi selendang aktivitas dalam setiap diri kita, yakni organisasi. Walau melangkah satu atau dua anak tangga dari perjalanan panjang, tetapi rasanya ada hal yang mengispirasi di setiap episodenya. Kerapkali terpikirkan , sebetulnya organisasi yang ingin kami ekspresikan seperti apa wajahnya. “Ideal” mungkin sederhananya, tersirat dalam pikiran akan persamaan ideal tentang alam, persamaan gas ideal walau memang itu dalam hal fisis tetapi tidak salah bila kita kembali beranalogi antara sains dan organisas ini. 


Jadi dalam persamaan gas ideal di sebutkan bahwa hasil kali dari tekanan dan volume gas sama dengan hasil kali dari jumlah mol, konstanta dan suhu mutlak. 

P V = n R T 

Mari kita memulai dengan analogi tiap dari variabel, P (presure) ialah tekanan, dalam persamaan gas P ialah tekanan gas ke segala arah di dalam sebuah wadah tertutup. Mari berandai watak seperti ini juga kita lakukan yaitu beraktivitas, terus bergerak (mobile) ke segala arah akan kesibukan kita. Kemudian V (volume) ialah jumlah dari kita, banyak bukan?. Ingat kita sedang tidak berada dalam kesendirinan dalam organisasi sebuah keniscayaan kita butuh orang lain dalam menunaikan amanah. n ialah banyak mol, kita berandai bahwa banyak mol ini ialah banyaknya karya kita, karya yang kita ukir dengan peluh dari keringat organisasi ini, R ialah sebuah konstanta ,berbicara tentang sebuah konstanta berati akan tetap konstan, lantas apa yang akan konstan dalam organisasi?, posisi kita jawabnya. Ini akan tetap konstan hingga kepengurusan baru bergulir Garis bawah untuk sebuah posisi, bukan dari tinggi rendah posisi sesorang tetapi bagaimana ia memberikan kontribusi dalam posisi yang diamanahkan. Terakhir T (Temperature) atau suhu, hal yang amat dekat dengan suhu ialah kalor atau panas, biasanya panas akan disimbolkan dengan api yang akan kita interpretasikan sebagai sebuah semangat kita menunaikan kepercayaan organisasi ini pada pribadi ini. 

P = aktivitas n=jumlah karya 

V=Jumlah orang R=posisi 

T=semangat 

Berarti dapat kita ambil simpul tengahnya ialah ketika ada banyak orang yang beraktivitas dalama organisai akan sebanding dengan orang di tiap posisi tertentu yang semangat dan menghasilkan karya-karya dari organisasi ini. 

Memang persamaan diatas ialah ideal, jelas sekali di dunia ini tidak ada ideal (baca:sempurna), tetapi ingat bahwasanya peneliti hari ini tidak berputus asa karena tidak dapat membuat hal yang sempurna karena hari ini kita semua berupaya tidak untuk mencapai kesempurnaan tetapi mencapai kesalahan terkecil. 

Lantas bagaimana mencapai kesalahan terkecil ini?, berubah diri sendiri dan tetap terus bergerak. Karena jika tidak bergerak maka itu sebuah kematian, untuk perubachan ini ada rumus sederhana nya; 

”Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaanyang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (QS.ar Ra’d:11) 

Perubahan erat dengan Pemuda, lebih dari cukup contoh dari Soekarno muda, yang mengajarkan semangat kepemudaannya. Mulai dari coretan kamar yang akhirnya menentukan nasib bangsa ini dan bagaimana minat membacanya yang akhirnya membawa ia menjadi pemimpin pertama bangsa ini. 

Analogi ini memang unik, tetapi inilah adanya dengan segala keterbatasan analogi semoga membawa sedikit semangat yang hadir pada ruang-ruang organisasi kita. 


Post ADS 1