Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Alasan Tolak Valentine Day & Terima Valentine Die


  1. Salah arah. Gereja Katolik Roma Inggris menyuruh remaja yang mengidamkan cinta, berdoa pada tanggal 14 Februari kepada St.Raphel, bukan kepada St.Valentine. St. Valentine tidak jelas asal usulnya. Hasil penelitian oleh arkeolog tentang gereja kuno yang dipersembahkan kepada St.Valentine, tidak mendapatkan riwayat mengenai St. Valentine. 
  2. Kasih kelamin, bukan kasih sayang. Salah satu picture yang diupload di media Facebook ketika perayaan Valentine, sebuah bingkisan coklat yang dibungkus dengan rapi dan cantik namun bersamaan dengan coklat tersebut disisipkan alat kontrasepsi. Jijik dan hina bukan? 
  3. Plagiat buta. Tradisi perayaan Valentine day diawali dari bangsa Romawi. Namun Kristen mengikuti tradisi ini yang sesungguhnya bukan bagian dari agama mereka. Ini akibat berbuat sebelum berilmu. 
  4. St. Valentine sama dengan burung. Perayaan hari kasih sayang dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu kasih sayang itu mulai bersemi bagai burung jantan dan betina pada tanggal 14 Februari. 
  5. Kata syirik. "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang berarti, "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa". Ketika seorang mengatakan to be my Valentine kepada seorang yang disayang, artinya ia meminta yang disayang menjadi Sang Maha Penguasa. 
  6. Gadis diundi dan diperbudak. Pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus bersedia menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bercinta, bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya. 
  7. Salah tafsir alamat kirim kartu. Tradisi mengirim kartu Valentine, sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Riwayatnya, pada tahun 1415 M, Duke of Orleans yang dipenjara di Tower of London, bertepatan dengan perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, mengirim kartu kepada isterinya di Perancis yang berisi puisi cinta. 
  8. Kepentingan bisnis. Kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis. 
  9. Pesta zina. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Sering di akhiri dengan tidur bersama daripada pengungkapan rasa kasih sayang yang tulus dari anak ke orangtua dan guru. 
  10. Perempuan tidak waras,laki-laki ganas. Pada tanggal 15 Februari laki-laki dan perempuan ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.
”Barangsiapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. (HR. Abu Daud)

Andi Ryansyah @a2j2be
Post ADS 1