Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sharing Session Anti Kekerasan Dalam Pacaran: #CILUKBA, Cinta: Luka/Bahagia?

Latar Belakang: 

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) menyebutkan bahwa selama tahun 2011 telah terjadi 119.107 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di 33 provinsi se-Indonesia. Angka tersebut didapat berdasarkan survey yang dilakukan KOMNAS Perempuan terhadap 395 lembaga layanan bagi perempuan korban kekerasan. Semakin bertambahnya perempuan korban kekerasan di Indonesia dari waktu ke waktu, rupanya tak lepas dari maraknya kasus-kasus Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang pada 2011 lalu, ‘menyumbang’ angka sebanyak 1.405 kasus Kekerasan Dalam Pacaran dengan korban yang 99% ialah kaum perempuan. Pulau Jawa, menjadi pulau yang tercatat memiliki paling banyak kasus Kekerasan Terhadap Perempuan termasuk Kekerasan Dalam Pacaran (KDP); bahkan, DKI Jakarta tercatat memiliki 11.209 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan selama tahun 2011 lalu. Diperkirakan, ada 1000 perempuan mengaku telah mendapatkan Kekerasan dari Pacarnya dalam kurun waktu satu tahun. Data tersebut juga tak jauh berbeda dengan Laporan Tahunan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia tahun 2010, yang menyatakan bahwa: setiap hari, 3 perempuan di DKI Jakarta mengaku telah mendapatkan Kekerasan dari pacarnya. Nah, bisa dibayangkan bukan, betapa banyaknya Perempuan dan Laki-Laki yang menjadi korban kekerasan namun tidak melakukan pengaduan sehingga tidak tercatat? Inilah fenomena gunung es yang sayangnya tidak banyak didiskusikan secara terbuka untuk mempertemukan para korban (yang tentunya sudah by consent ingin menceritakan kisahnya), psikolog, serta siapapun yang berada di luar (atau sedang terancam) Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) itu sendiri. 

Kekerasan dalam Pacaran (KDP) menjadi ‘trend’ belakangan ini sedikit banyak akibat beredarnya pemikiran-pemikiran mengenai Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang seolah ‘membenarkan’ kekerasan tersebut; dianggap sebagai tanda sayang, sebagai tanda peduli, dan lain sebagainya. Padahal, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang terdiri dari beragam bentuk kekerasan terhadap pasangan dalam relasi pacaran; baik secara fisik, seksual, psikologis, hingga ekonomi ini, adalah kejahatan serius yang dikhawatirkan akan menjadi ‘lingkaran tak terputus’ bila tidak mendapat perhatian khusus. Miskonsepsi ini bisa berujung pada tidak sadarnya pasangan akan tindakan-tindakan kecil yang sebenarnya, dalam beberapa kasus dan konteks, bisa dianggap sebagai KDP. Misalnya; memaksa memakai baju tertentu, memaksa berdiet, dsb. 

‘Cinta: Luka/Bahagia?. Apakah cinta harus diselingi luka? Apakah mustahil bagi cinta untuk mem-bahagia-kan kita dengan cara yang ‘merdeka’? 

Tujuan Kegiatan: 

Pada momentum Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional 8 Maret 2013 mendatang, kami berharap Sharing Session Anti Kekerasan Dalam Pacaran: #CILUKBA, Cinta: Luka/Bahagia?” bisa menjadi ruang ngobrol yang santai namun mendalam soal Kekerasan Dalam Pacaran yang banyak menimpa teman-teman muda. Kami juga berharap, setelah acara ini, seluruh pihak yang terlibat dapat kembali merenungkan apa makna Cinta dalam hidup kita masing-masing; khususnya, Cinta dalam Hubungan Pacaran yang seharusnya berlandaskan penghargaan dan jauh dari unsur kekerasan. Cinta, semestinya bebas dari Luka, dan membuat siapa saja menjadi Bahagia dengan cara yang Merdeka – apa adanya. 

Bentuk Kegiatan: 

Sharing Session Anti Kekerasan Dalam Pacaran: #CILUKBA, Cinta: Luka/Bahagia?” berisi Curhat Bareng (diskusi soal Kekerasan Dalam Pacaran, berbagi pengalaman, dsb) bersama beberapa orang muda diantaranya: Bunga Mega (founder www.cewequat.com), Melanie Subono *to be confirmed , dan seorang pakar psikologi. Ada juga pembacaan puisi/menonton film, serta penulisan makna “Cinta:…….” oleh semua yang terlibat dalam acara, pada post-it untuk kemudian ditempel/dipajang sebagai bukti. Sharing Session Anti Kekerasan Dalam Pacaran: #CILUKBA, Cinta: Luka/Bahagia?” akan dilangsungkan pada: 

Jumat, 8 Maret 2013 (bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional) 

Pukul 16.00 s/d 18.00 WIB 

di  Coffee War, Kemang Timur No.15A Jakarta Selatan 12730

Post ADS 1