Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aktif Berorganisasi



oleh : Agung Baskoro

1. Kuantitas mahasiswa untuk aktif di organisasi trennya semakin menurun #3

2. Apalagi bicara kualitas…fiuuh #3

3. Mohon kebijaksanaan mas-mas senior untuk tidak melupakan kampus tercinta #3

4. Setiap pelatihan, idealnya para alumni ‘terlibat’ dan ‘berinisiatif’ membersamai para adik-adik. Mereka masih butuh figur teladan #3

5. Tidak banyak ‘figur’ yang bisa dijadikan teladan bagi adik-adik, dalam bergerak dan berkarya #3

6. Selain soal role model dari alumni, terjadi orientasi dikotomik, ipk atau aktif organisasi. Padahal keduanya saling melengkapi #3

7. stimulus dan insentif positif dari pihak kampus untuk mendorong iklim yang kondusif bagi mahasiswa aktif jg semakin jauh dari harapan #3

8. repotnya, mahasiswanya malah kurang kreatif. Hanya sedikit yang bisa bertahan dan keluar dari masa lalu #3

9. di antaranya, kelompok studi dan para wirausahawan. Mereka berhasil membaca peluang dan banyak mendapatkan kesempatan #3

10. problem berikutnya, orang-orang yang sudah sadar dg aktivismenya, asik sendiri. Lupa bahwa berkarya memerlukan sinergi dan inovasi #3

11. organisasi mahasiswa hari ini agak kesulitan membuat narasi dan merekonstruksi realitas #3

12. ukuran & parameternya ansih eksistensi, materi, bahkan msh terjebak pada kepentingan politik praktis & rutinitas tanpa visi yg jelas #3

13. hari ini, organisasi mahasiswa lebih suka menikmati konstruksi realitas oleh media yg terkadang hiperrealitas #3

14. Antara ada dan tiada peran organisasi mahasiswa di mahasiswa apalagi masyarakat…jd jgn terlalu berharap #3

15. Berharap akan kecewa! karena mahasiswa dan organisasi dituntut untuk lebih banyak berkarya dan berwacana #3

16. kalau dulu boleh berwacana dulu, skrg berkarya harus di awal, karena masyarakat jenuh dengan ‘kata yang tak bernyawa’ #3

17. biaya, beban akademik yg tinggi, lingkungan konsumtif membuat mhssw berfikir ulang utk ikt organisasi #3

18. berorganisasi adlh salah satu cara mahasiswa utk lbh dewasa menyikapi realitas maupun problem. kl makin dikit yg ikt, berarti..#3

19. solusinya, para pegiat organisasi dituntut menjadi teladan, terus berinovasi, tidak asik sendiri (membumi) #3

20. ‘utk sang teladan’, memang diharapkan mampu menciptakan lokus-lokus kecil kaderisasi agar dapat meneruskan perjuangannya #3

21. biasa disebut kelompok epistemik yang memang arahannya untuk membangun sinergi jangka panjang membangun kampus dan Indonesia #3

22. inovasi terkait kemasan dan substansi kegiatan. usahakan ‘renyah’ namun ttp berisi dan relevan dengan kondisi sekarang #3

23. contoh inovasi yang dimaksud, bagaimana memanfaatkan jejaring sosial semacam fb/ twitter/ym/skype untuk berdiskusi rutin #3

24. nunggu #bemsi jadi trending topics atau hal-hal terkait dengan progresifitas organisasi mahasiswa jd pembicaraan tweeps & facebookers #3

25. atw memberi tempat kepada para alumni / tokoh sharing success story mereka berkontribusi saat menjadi mahasiswa secara berkala #3

26. dalam konteks membumi, para organisatoris biasanya sering lupa. Terlalu asik dengan dunianya #3

27. pemikiran atau tindakan memang harus punya prinsip, namun untuk menghasilkan perubahan dan perbaikan, kita tetap butuh massa #3

28. bahasa sederhana, tulisan ringan, pemikiran mencerahkan hingga penampilan bersahaja, setidaknya bisa membuat rekan2 yg lain nyaman #3

29. organisatoris koq ngga mandi, jarang kuliah, ipk mau mati suri, serta ketidakjelasan lainnya #3

30. para organisatoris plg mudah diterima oleh siapa saja asal tetap berintegritas dan konsisten #3

31. penyebabnya tidak lain, karena di organisasi, para organisatoris terbiasa dengan masalah dan menerima amanah #3

32. sayangnya, skrg banyak yg menjadikan organisasi sbg ‘batu loncatan jabatan’, wajar pada karbitan dan ngga bedanya dengan yang lain #3

33. berorganisasi biasa kalau berorganisasi plus berprestasi itu luar biasa! #3

34. di masa mendatang, kebutuhan atas aktivis-aktivis berprestasi semakin besar #3

35. kalau dulu aktivis berprestasi itu biasa, sekarang..agak sulit dan jarang. tertarik membuktikan tweeps? #3

36. klu keyword dua kata ini dipahami dgn baik, yakni berprestasi dan berorganisasi, maka mahasiswa bersangkutan nikmat banget hidupnya #3

37. di organsiasi kita memberi untuk orang lain dan berprestasi memenuhi amanah kepada orang tua. buat kita apa? ini jawabnya…#3

38. pengetahuan, pengalaman, beasiswa, jejaring, kematangan emosi,…tapi, kalau buat saya, ngalir itu ttp lebih baik #3

39. lakukan yang sebaik mungkin dan niatkan diri memberikan yang terbaik untuk peran apapun yang dimiliki #3
Post ADS 1