Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yang Terlupakan


Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing – masing, entah orang itu dari latar belakang apapun, tapi tetap dalam tujuan akhir yang sama, yaitu kematian. 


Kematian, keadaan semua yang bernyawa pasti akan mengalaminya. Tak pernah tahu kematian akan datang, menuju akhirat yang kekal, dan semua orang yang hidup mempersiapkan kematiannya.MEMPERSIAPKAN. Nyatanya, masih saja melakukan kesalahan – kesalahan, dan dosa-dosa yang tak pernah tahu banyaknya. 

Dari sumber manapun bilang, “Dunia itu Fana dan Akhirat itu Kekal”. Aku hafal benar dengan untaian ini. Tapi masih saja melakukannya. Hah... Aku saja yang terlena dengan dunia. 

Aku ingin bagaimanapun, Tuhan tetap sayang dengan makhluk ini. Karena DIA, ARRAHMAN, MAHA WELAS ASIH DI DUNIA DAN AKHIRAT. Tuhan tetap sayang pada hamba-Nya, bahkan pada makhluk yang membangkang dari titah-Nya, seperti aku ini, Karena Tuhan telah memberikan pada makhluk-Nyakebebasan haqiqi. Hakikat Kebebasan, Tuhan dengan hambanya. Tuhan menunjukkan pada hambanya pegangan dalam hidup ini, tapi dengan kebebasan haqiqi, Tuhan memberikan pilihan sepenuhnya bagi hambanya untuk memilih. Selalu ada jalan Tuhan, begitu pula kiri dan kanan. Kita bisa ke kanan, tapi mengapa kiri sebagai pilihan . Tuhan tak akan marah jika pilihan itu adalah “kiri” karena Tuhan begitu sayang pada ciptaan-Nya. Itu yang dilakukan manusia. Dan tetap, kebebasan itu selalu melahirkan tanggung jawab. Dan di sinilah yang sering terlupakan. 

Muhamad Abid Dzulfikar
Mahasiswa Pendidikan Akuntansi 
Univ. Negeri Semarang
Artikel yang sedang Anda baca saat ini merupakan salah satu kontribusi karya tulis yang dikirimkan ke redaksi Pena Aksi. Ingin berpartisipasi? Ikuti petunjuknya di sini.
Post ADS 1