Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melihat Peluang Maritim

Dahulu Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menjadi symbol Nusantara sebagai negara maritime yang maju pada zamanya , namun kini indonesia bagaikan anak kecil yang baru belajar berenang . Minimnya pengembangan potensi kekayaan laut membuat indonesia kini kalah bersaing dengan Malaysia , Thailand , dan Vietnam yang luas wilayah lautnya jauh lebih kecil dari pada indonesia.

Indonesia memiliki potensi keluatan dan perikanan yang sangat menjanjikan. Potensi sumber daya perikanan sendiri mencapai 6,4 juta ton setiap tahunya. Selain itu indonesia memiliki potensi ekonomi pesisir ( coastal economy ) yang sangat melimpah. Bentangan Pantai di indonesia mencapai 95.181 km. garis pantai indonesia adalah yang terpanjang keempat di dunia. 

Namun Sayangnya lebih dari delapan puluh persen potensi laut yang indonesia miliki masih belum dieksplorasi dan dikelola dengan baik. Untuk mengoptimalkan sumber daya kelautan yang melimpah tentu saja dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) terbaik. 

Paradigma masyarakat Indonesia tentang seorang nelayan sangatlah meragukan. nelayan hanya di pandang sebagai golongan sekunder dari kelompok masyarakat. Tentu saja paradigma ini berdampak banyaknya putra – putri terbaik bangsa enggan untuk mendalami bidang kelautan.sehingga untuk menghilangkan paradigm tersebut diperlukan peningkatan kesejahteraan para nelayan. 

Peningkatan kesejahteraan nelayan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan ,pusat informasi dan fasilitas yang memadai.pendidikan sangat diperlukan untuk memperbarui cara nelayan menangkap ikan yang selama ini di anggap sangat tradisional. 

Pusat informasi pada nelayan sangat dibutuhkan ketika kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melaut.penyediaan pusat informasi ini juga sebagai bentuk pemerintah dalam melindungi rakyatnya dari suatu bencana. Tentu saja semua itu tak dapat dilakukan tanpa Fasilitas yang menunjang bagi para nelayan. 

Peran pemerintah sangatlah diperlukan untuk menyediakan fasilitas terhadap nelayan. Karena selama ini sector ekonomi kelautan masih diacuhkan oleh pihak swasta karena di anggap tidak memiliki potensi keuntungan yang besar. 

Penghormatan bagi para pelaut juga sangat di butuhkan.kita ambil contoh negara jepang. Salah satu factor Jepang bisa menjadi kekuatan utama dunia di bidang ekonomi disebabkan selain karena tingkat kedisiplinan mereka yang sangat tinggi, mereka juga sangat memperhatikan dunia maritimnya. Betapa pekerjaan sebagai pelaut di negara ini merupakan sebuah pekerjaan yang terhormat.Sehingga seseorang tidak perlu lagi malu untuk menjadi seorang pelaut. 

Selain meningkatkan mutu nelayan.pariwisata bahari juga perlu untuk di benahi.Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat menjanjikan. Selain itu potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna. 

Misalnya kawasan terumbu karang di seluruh perairan Indonesia luasnya mencapai 7.500 km2 dan umumnya terdapat di wilayah taman laut. World Tourism Organization mempublikasikan daftar sepuluh ekosistem terumbu karang terbaik di indonesia seperti Wakatobi,Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh dan Raja Ampat.Raja Ampat sendiri merupakan perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, sekitar 75% spesies dunia tinggal di sini.oleh karena itu Raja Ampat sangat baik dikembangkan menjadi obyek wisata bahari yang mendunia. 

Melihat berbagai potensi di atas, indonesia sangat berpotensi menjadi negara mandiri dengan ekonomi kelautanya. Tinggal bagaimana pemerintah terutama Kementrian Kelautan dan Perikanan memanfaatkan potensi kelautan yang ada di nusantara.berbesar hatilah mempunyai nenek moyang seorang pelaut, karena Semua kejayaan maritime itu pernah dibuktikan oleh Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit pada masa lampau.


follow me on twitter @ihsanamuslim
Post ADS 1