Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjual Kekerasan

Indonesia yang terkenal dengan keramahan masyarakatnya kini telah ternodai oleh segelintir orang mengatas namakan suatu instansi,kelompok,dan bahkan agama. Semuanya telah menjadi tanda Tanya besar, masih pantaskah indonesia menyebut negeri yang penuh sopan santun.

Perubahan pola hidup masyarakat yang mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah bukanya timbul begitu saja. Tentu saja semua ini di timbulkan oleh berbagai factor.mulai dari pendidikan ,hiburan ,media dan, sikap para pemimpinya. 

Berita kekerasan dan kerusuhan sudah menjadi barang komersil yang diberitakan oleh media.kekerasan sangatlah menjual untuk di beritakan.masyarakat lebih memilih berita yang eksentrik dibanding yang kreatif. Semua ini tidak hanya menimbulkan kekerasan dalam masyarakat tetapi juga melestarikanya 

Kekerasan tidak hanya masuk di dunia jurnalistik,tetapi juga masuk kedunia hiburan.sinetron - sinetron yang di siarkan oleh banyak televise lebih mengedepankan adegan kekerasan,anehnya sinetron tidak mendidik ini sangat di gemari oleh masyarakat luas.jadi jangan heran jika sinetron yang tidak mendidik ini mencapai ratusan eposide.karena di indonesia kekerasan sangatlah mendatangkan uang bagi para pengusaha. 

Berita tentang Sikap para politisi di partai ataupun pemerintah yang menggambarkan sebuah parodi kekerasan kerap kali terjadi.berebut kekuasan adalah penyebabnya. 

Dunia pendidikan pun tidak luput dari doktrin kekerasan. Seorang guru menampar murid,senior memukuli juniornya adalah hal yang biasa terjadi. Terkadang kematian adalah akhir dari tindak kekerasanya. 

Kekerasan Multidimensi yang dirasakan rakyat indonesia saat ini kian menjadikan kekerasan sebagai barang yang layak untuk di komersialisasikan.entah itu menjadi sebuah sinetron,reality show,ataupun berita.dan ini tentu saja menjadi ancaman yang bebahaya dalam berbangsa dan bernegara. 

Untuk Mengatasi semua ini sangat di butuhkan peran serta masyarakat dan negara yang bersinergi.semua itu dapat dilakukan dengan dua langkah awal


Pertama melarang tayang sinetron –sinetron atau fim – film yang memuat adegan kekerasan,terutama film anak – anak.karena seorang anak cenderung akan melakukan apa yang ia lihat.jika anak – anak terbiasa melihat kekerasan,seorang anak akan terdidik menjadi manusia yang biasakan kekerasan.dalam hal ini sangat diperlukanya peran serta orang tua. 

Kedua,mempraktekkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah.pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk membentuk peserta didik yang bermoral dan berintelektual. 

Dua langkah awal ini sangatlah dibutuhkan peran besar pemeritah dalam pelaksananya sedangkan masyarakat membantu dalam pengawasanya.sinergisitas sangat dibutuhkan agar kekerasan tidak lagi menjadi ajang komersialiasi demi membentuk indonesia yang bermartabat. 


follow me on twitter @ihsanamuslim
Post ADS 1