Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DPR Gendut DPR Menuntut

Makin Hari Makin banyaknya tuntutan anggota DPR terhadap fasilitasnya,mulai dari rumah aspirasi, rumah dinas terbengkalai, ruang VVIP di bandara, dan yang paling hangat adalah pembangunan Gedung baru.Pembangunan gedung DPR senilai 1,13 Triliun Rupiah (tribunews.com) semakin menunjukkan anggota DPR memiliki pola hidup yang tidak wajar.menginginkan kenyamanan ketika banyak rakyat indonesia belum merasa aman.Gedung DPR baru yang akan dijadikan symbol kedigdayan bangsa indonesia menjadi sebuah penyakit kronis ketika isinya dipenuhi wakil rakyat yang tidak merakyat.

Gedung baru untuk DPR saat ini belum terlalu dibutuhkan melihat kondisi masyarakat yang belum sejahtera. Pembangunan gedung DPR hanya akan membuat rakyat semakin jauh dari para wakilnya.Selain itu Gedung DPR yang megah malah mencontohkan hidup hura – hura bagi para pejabat di daerah,sehingga akan meninmbulkan kecemburuan social yang berdampak timbulnya hal serupa (pembangunan gedung baru) di parlemen daerah.

Jika kita melihat latar belakang pembangunan gedungbaru DPR baru yang menjadi masalah utama adalah sudah overload nya kapasitas gedung Nusantara yang saat ini menjadi kantor anggota DPR.” Kapasitas maupun penataan ruang sudah tidak dapat menampung maupun mengatur jumlah karyawan / staff ataupun barang-barang / berkas yang berada di dalam ruang Gedung MPR/DPR/DPD-RI.”(dpr.go.id).namun pembangunan gedung MPR/DPR haruslah representasi dari rakyat dan sering harus menerima aspirasi dari rakyat yang diwakilinya.

Jumlah anggota DPR yang pada awalnya hanyalah 103(dahulu KNIP) kini membludak mencapai 560 anggota.sangat gendutnya jumlah anggota DPR adalah permasalah perlu di kaji ulang,melihat jumlah anggota parlemen negara – negara yang jauh lebih besar dari indonesia kenyataanya memiliki anggota jauh lebih sedikit.

Amerika Serikat memiliki 435 anggota parlemen,sedangkan india memiliki 552 anggota parlemen.Jumlah anggota DPR indonesia yang jauh melebihi angka anggota parlemen india patut di pertanyakan padahal kenyataanya jumlah penduduk indonesia tidak lebih dari 1/3 jumlah penduduk india.bagi – bagi jatah kekuasan disinyalir kuat menjadi kedok melonjaknya jumlah anggota DPR saat ini.

Mayoritas suara masyarakat menolak pembangunan gedung DPR baru.Kendala Sempitnya ruang kerja yang mengganggu kinerja anggota DPR sangat tidak relevan untuk dijadikan alasan pembangunan.jika peningkatan kondisi yang nyaman untuk bekerja harus mengorbankan hati nurani masyarakat.Lagi pula gedung DPR baru akan menimbulkan masalah –masalah baru ditengah kondisi masyarakat saat ini.

Kepercayaan Masyarakat terhadap anggota Dewan sangatlah rendah.Selain itu Pembangunan gedung DPR memerlukan dana yang sangat fantastis juga berpotensi akan membuka ladang korupsi baru bagi anggota dewan.Selama tidak adanya pengawasan yang intensif dari seluruh lapisan masyarakat.

Melihat tingkah laku para anggota dewan sangat tidak menunjukkan sikap yang peduli dengan rakyatnya.bahkan marzuki alie sebagai ketua DPR mengungkapan pendapatnya bahwa” pembangungan gedung DPR adalah urusan para elit dan bukan menjadi urusan rakyat”(kompas.com).

Melihat kejadian ini tentu saja kita rindu dengan para Founding Father kita seperti KH Agus Salim selalu menaiki kereta kelas ekonomi karena tidak ada kelas lain dibawahnya,berbeda dengan anggtoa DPR sekarang yang menuntun diberikanya fasilitas VVIP di bandara.begitu juga dengan Moh.Hatta yang tidak rela penutupan jalan hanya untuk pernikahan anaknya karena dapat menganggu kegiatan masyarakat.inilah contoh bagaimana seorang pemimpin memimpin mereka sangat paham apa yang mesti di prioritaskan untuk rakyatnya.Tentu Saja Pembangunan Gedung DPR haruslah di tunda Hingga rakyat Menyetujuinya.


follow me on twitter @ihsanamuslim



Refrensi




Imperium III (eko Laksono)

Untuk Negeriku (Moh.Hatta)
Post ADS 1