Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Itu ada (Padamu)

Pernah ku bermimpi untuk merubah dunia, tahun berganti tahun sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya kuputuskan utuk merubah mimpiku utuk merubah bangsaku saja. Tahun berganti tahun sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya kuputuskan utuk merubah mimpiku untuk merubah kotaku saja, tetapi sepertinya mimpiku sulit untuk ku wujudkan, akhirnya ku putuskan lagi untuk merubah mimpiku untuk merubah keluargaku saja, tetapi sepertinya pun sulit juga untuk terjadi. Ketika rambut mulai memutih, aku baru menyadari. Mengapa tidak kurubah diriku saja???!. Kalau untuk merubah diriku saja pasti aku bisa, kemudian dari diriku kemudian keluargaku, kotaku, bangsaku dan akhirnya ku ubah dunia dengan tanganku.


Perubahan yang sejati ialah bukan berada pada perubahan fisik melainka perubahan mind set kita terhadap sesuatu, memimpikan merubah dunia ialah hal yang mustahil ketika diri ini belum berubah padahal dari diri inilah mimpi itu dibangun. Jika engkau ingin semua orang itu harum, jangan semua orang kau suruh memakai parfum (meminta orang lain melakukan perubahan) tetapi mudah saja kau oleskan saja parfum tadi tepat dibawah hidungmu (engkau lah yang melakukkan perubahan) Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksa dari lua, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam (inheren awareness).  Bukankah sudah jelas bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubah keadaannya sendiri (QS.13:11). Dan ketika seseorang bertanya tentang hijrah kepada Rasul maka Beliau berpesan “ibda binafsi” mulailah dari dirimu, inilah arti dari kepemimpinan yang sebenarnya karena seorang tidak mungkin memimpin dan mengubah  orang lain , bila ia tak sanggup memimpin dan mengubah dirinya sendiri.

Menutut perspektif imam Ghazali, perubahan itu membutuhkan tindakan nyata. Ilmu hanya menjadi keuatan jika ia benar-benar dikelola menjadi program dan tindakan nyata yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Pada tahap ini, tindakan menjadi faktor utama dan kekuatan yang palin utama, karena beribu konsep tidak akan merubah dunia atau diri sendiri sekalipun bila tidak ada tindaka untuk mengaplikasikannya dalam sebuah tindakan, satu tindakan lebih berarti dari beribu konsep.

Selamat berubah,

“ taburkanlah ide maka petiklah perbuatan, taburkanlah perbuatan maka petiklah sebuah kebiasaan, taburkanlah kebiasaan maka petiklah sebuah karakter”.

RP

Ikuti PenaAksi[dot]Com di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk mendukung gerakan "Saatnya Mahasiswa Menulis"
Post ADS 1