Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Sempurna Tapi Sangat Berharga


Perjalanan kelas sarjana 20-21 Agustus 2016 yang lalu sangatlah berharga untuk hidup saya. Mungkin gak cuma saya saja tetapi juga seluruh tim Kampung Sarjana apa lagi yang turut hadir seperti Solihun, Ilyas, Nanda, Diar, dan Tanti.

Gak terasa sudah 5 tahun jalan 6 tahun saya sudah berinteraksi & bersinergi sama anak-anak disana. Dahulu mereka masih kecil- kecil dan dengan bangganya menyambut kami membacakan pancasila dan Hymne Madrasah Ibtidaiyah.

Dahulu kampung ini tidak ada listrik, sekarang sudah ada. Dahulu bagunan sekolahnya dari kayu lapuk sekarang sudah berdiri gagah campuran semen dan batu bata. Dahulu akses ke kampung menanjak bebatuan bercampur tanah sekarang mulai ada pembangunan dan becek sedikit berkurang. Kampung Sarjana tuh yang bantu semua? kagak sob, beberapa memang kita ada yang jadi perantaranya tetapi keseluruhan bukan kita yang bangun. Alhamdulillah banyak orang yang bantu. hehe

Terus Kampung Sarjana ngapain? cek aja program di webnya. Kita hampir seratus persen tidak melakukan pembangunan fisik atau bangunan (atau lebih tepatnya belum.hehe). Buat gerakan yang masih bayi seperti kita ini pembangun fisik terlalu banyak membutuhkan uang, tenaga dan sumber daya.

Kami meyakini dalam pendidikan, fasilitas hanyalah salah satu aspek saja yang tidak mutlak untuk di penuhi apalagi dengan membangun sistem yang canggih. Di Kampung Sarjana kami juga tidak memberikan bimbel-bimbel gratis mengenai pelajaran sekolah untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya. Kita asumsikan saja sekolah-sekolah itu sudah memenuhi kebutuhan para beswan di bagian ini.hehe. Lagi pula menurut saya anak-anak sudah cukup lelah mengikuti pelajaran di sekolah dan asrama masing-masing.
Kami meyakini dalam pendidikan, fasilitas hanyalah salah satu aspek saja yang tidak mutlak untuk di penuhi apalagi dengan membangun sistem yang canggih.
Inti pelajaran yang senantiasa kita ajarkan adalah tentang semangat belajar, kepemimpinan, kebermanfaatan, dan tanggung Jawab. Pokoknya di putar-putar disitu aja. Tujuan kita adalah kampung tersebut punya tim sarjana (minimal 10 orang) yang dapat membangun daerahnya lebih dinamis dan ke arah yang lebih baik.

Gimana caranya? Di setiap pertemuan kita memberikan mereka tanggung jawab di mulai dari hal-hal yang kecil secara bertahap beban tanggung jawab yang kami berikan semakin beresiko dan kompleks. Di luar itu kita juga kasih beberapa kelas-kelas teori, tapi porsinya sedikit.

Proyek Pertama

Proyek pertama ini adalah rangkaian pendidikan yang kita berikan. Kali ini mereka kita tantang untuk membuat sebuah acara/program yang bermanfaat untuk warga kampung halaman mereka. Biar gak terlalu berat kita mengawalinya dengan acara yang memiliki porsi hiburan besar namun cocok untuk membangun awareness mereka dengan warga.

Kita mengambil momentum HUT RI 71 untuk mengadakan berbagai macam perlombaan untuk anak-anak dan orang dewasa. Lombanya ada 7 macam mulai dari memasukkan paku ke dalam botol hingga panjat pinang. Masing-masing perlombaan menjadi tanggung jawab 2-3 beswan.

Sebenarnya kita juga membuat struktur ketua, sekretaris, bendahara, kordinator perlengkapan, dan kordinator seluruh lomba. Apalah daya namanya juga mereka masih belajar fungsi yang berjalan baik hanya dodo sebagai ketua, dan debi sebagai sekretaris dan bendahara.

Debi sebagai sekretasis dan bendahara patut diacungi jempol. Alhamdulillah tidak ada korupsi dan untuk seterusnya jangan sampe ada. Semua pencatatan dan kwitansi lengkap tidak ada yang terlewat.

Masih Belajar

Memang proyek ini masih banyak kekurangannya seperti alat yang belum siap, warga yang kurang tersosialisasi, Kurangnya sikap inisiatif dan keberanian untuk mengambil keputusan. Tetapi seenggaknya mereka mendapatkan pengalaman dan gak ngawang-ngawang lagi, karena mereka kini pernah menjalaninya.

Saya pribadi belum tahu apa yang benar-benar mereka pikirkan setelah proyek ini, saya berharap banget (ngarep) mereka memasuki proses berpikir "oh ternyata gini ya, ternyata begitu, begini ya capek nya menjalani tugas tim kampung sarjana."

Kenapa ngarep banget. Berpikir adalah kegiatan manusia yang waras, kami ingin mereka melakukan itu semuanya dalam keadaan sadar & sehat. Dan pengalman ini menjadi salah satu titik tolak mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang memberikan manfaat untuk orang lain di masa depan.
lihatkan saya cuma duduk leha-leha aja, panitianya betulan anak-anak kok. percaya deh
Tapi ada beberapa hal yang masih menjadi PR utama buat kita tim Kampung Sarjana. Selama cara berlangsung cukup sering warga memberikan masukkan ini itu kepada saya seakan - akan kitalah pelaku utama proyeknya, saya berulang kali bilang "panitianya anak-anak pak bu"
Berpikir adalah kegiatan manusia yang waras, kami ingin mereka melakukan itu semuanya dalam keadaan sadar & sehat.
Ya mungkin terbiasa melihat kita sebagai para pelaku kegiatan, mereka belum terbiasa anak-anak putra kampungnya sendiri yang beraksi. Ketika saya jawab begitu warga cuma jawa "oooooh", naaah mudah-mudahan ini juga aha moment dan berubahnya penilain mereka terhadap putera/i daerahnya. Kalo mereka juga bisa kok melakukan sesuatu untuk kampungnya.



Di paragraf terakhir ini Saya ingin mengucapakan terima kasih kepada para donatur Kampung Sarjana mulai dari awal kita memulai kegiatan ini di tahun 2013 baik kalian yang namanya di sebutkan ataupun kalian yang sembunyi di balik nama "Hamba Allah". Salam hormat untuk kalian semua, terima kasih telah percaya dengan ide-ide kita melalui wadah Kampung Sarjana.

Buat kalian yang malas baca, bisa dengerin podcast saya tentang ini di Orasi Santai | Memberikan Tanggung Jawab

*
Post ADS 1