Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAWA ‘KENTANG BUSUK’. MAU?

“Anak-anak, Ibu punya permainan untuk kalian”, ujar bu Dewi di depan kelas Mawar di TK Cahaya Ihsani. 

“Permainan apa bu ?”, tanya salah seorang muridnya dengan sangat antusias.

“Ibu menamainya ‘Ayo bawa kentangmu !’ “, jawab bu Dewi membuat murid-muridnya penasaran.


“Kalian cukup membawa kantung plastik berisi kentang sebanyak orang yang tak kalian sukai. Kentang itu harus kalian bawa ke manapun pergi, entah ke sekolah, saat makan, ataupun saat mandi. Pokoknya kentang itu tak boleh lepas dari genggaman kalian. Kentang itu harus menemani kalian sepanjang hari. Bagaimana, mudah kan ?”, jelas bu Dewi pada murid-muridnya.

“Oke deh bu !”, jawab murid-muridnya serempak.

Ada anak yang membawa satu kentang, empat kentang, bahkan ada yang membawa enam kentang. Mereka menuruti instruksi gurunya untuk membawa kentang sebanyak orang yang tak mereka sukai. Awalnya, mereka begitu bersemangat, namun hari berganti hari, dan mereka mulai merasakan sesuatu yang tak menyenangkan. Mereka merasa kerepotan membawa kentang itu kemanapun mereka pergi. Belum lagi beratnya kentang-kentang itu, apalagi untuk anak-anak yang membawa kentang dalam jumlah banyak. Karena dibiarkan berhari-hari, kentang-kentang itu pun busuk dan menimbulkan bau yang tak sedap. Saat hari kelima, beberapa anak mengeluhkan hal ini pada bu dewi.

“Ibu, kentangnya bau. Aku juga berat bawanya. Permainannya udahan aja ya bu”, ujar salah seorang murid yang membawa dua kentang, kemudian diiyakan oleh teman-temannya yang lain.

Bu Dewi tersenyum pada mereka.

“Anak-anak, kalian ingat kan ibu meminta kalian untuk membawa kentang sebanyak orang yang tidak kalian sukai ? Kentang itu menemani kalian sepanjang hari. Lalu kentang itu lama-kelamaan membusuk. Mengganggu kan ? Terasa tidak enak kan ? Kentang ini bisa kita samakan seperti hati kalian. Semakin lama kalian menyimpan dendam dan ketidaksukaan pada teman-teman kalian, hati kalian juga lama-kelamaan akan membusuk. Hari-hari kalian akan terganggu. Makanya, kalau ada yang menyakiti kalian, kalian harus cepat-cepat memaafkan mereka. Maafkan kesalahan mereka, jangan simpan terlalu lama ketidaksukaan kalian itu agar hati kalian tak busuk seperti kentang-kentang itu. Jadi, masih ada yang mau bawa ‘kentang busuk ?”

“gak mau !!”, jawab murid-murid serempak.

Mereka yang TK saja tak mau, bagaimana dengan kita ? 

_nurdewisusanah_
Post ADS 1