Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agung Baskoro

Agung Baskoro lahir di Medan, 31 Mei 1986. Putra pertama dari pasangan (Alm) Agus Harianto dan Aidar ini, memiliki seorang Adik, bernama Muhammad Reza. Masa sekolah (SD Swasta Pertiwi, SMP Negeri 11, dan SMA Negeri 3), ia habiskan di Medan (Sumatra Utara). Ia kemudian merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan studi S1 di Jurusan Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Beliau tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di jurusan Politik dan Pemerintahan maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol Idol/2009). Lulus dari kampusnya dengan IPK3,54 dari 4, dengan masa studi 5 tahun 10 bulan (Juli, 2011).

Di luar aktivitas akademiknya, beliau aktif di beberapa organisasi, namun, lebih banyak terlibat dalam kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) dari tahun 2005 hingga akhirnya di tahun 2008 diberi amanah sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UGM dan Koordinator Litbang BEM Seluruh Indonesia. Selama berkarir di organisasi ini, bersama rekan-rekan lainnya, ada beberapa hal yang dilakukannya, penghargaan dari MURI terkait Sekolah Antikorupsi pertama di Indonesia (2006), Pelatihan Pemimpin Bangsa (2007-sekarang), Delegasi untuk PPIA Conference bertajuk The Voice of Indonesian Leader’s in Victoria University, Melbourne, Australia (2008), Sumpah Mahasiswa Indonesia (2008), beberapa kali memimpin penyelenggaran demonstrasi nasional yang melibatkan ribuan mahasiswa untuk mengevaluasi berbagai kebijakan pemerintah (2005-2008).

Pada Maret 2009, beliau terpilih sebagai juara pertama dalam acara kepemimpinan nasional menyambut Pemilu 2009, bertajuk The Next Leader (The Young Candidate) yang digelar oleh Metro TV - Lead Institute Paramadina. Dalam kegiatan ini, kematangan emosional, sistematika berfikir, kemampuan menghasilkan solusi dan penampilan yang konsisten diuji. Agung merupakan peserta termuda yang berhasil masuk ke babak grand final dan menjadi yang terbaik setelah menyisihkan ratusan kontestan lainnya dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan beliau dalam acara The Next Leader, memberinya kesempatan memperolehbeasiswa S2 di Universitas Paramadina sekaligus melanjutkan kegemilangan yang sudah diraihnya sejak di UGM dengan memperoleh beasiswa prestasi berupa kuliah gratis dan tunjangan dari Tanoto Foundation (2006-2009), PPSDMS Nurul Fikri (2006-2009) danDIKTI-DEPDIKNAS (2010).

Setelah aktivitas tersebut, di tahun yang sama, Agung bersama 21 rekannya se-UGM berangkat melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 2 bulan (Juli-Agustus 2009) ke Sorong Selatan, Papua Barat. Dengan program utama mengajar di SMP-SMA lewat kurikulum Pendidikan Antikorupsi bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selama berada di tanah Papua dan dilanjutkan ke Makassar beberapa waktu, ia mengumpulkan data penulisan skripsi berjudul “Dinamika Gerakan Mahasiswa Indonesia Di Era Reformasi”.

Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan berlanjut pasca kepulangan dari tanah Papua melaluiGCMednovation. Sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh rekan-rekannya, yang juga alumni dan mahasiswa UGM, yang fokus padapengembangan software pembelajaran (mobile learning)serta penggunaan jejaring sosial(geschool) untuk mengoptimalkan kualitas belajar siswa SD-SMA. Keterlibatannya di sini, tidak lama (Mei-November 2010) karena memang harus fokus menuntaskan kewajiban akademik di kampus. Walaupun cukup singkat, beberapa raihan prestatif berhasil diraih lembaga ini di masanya, antaranyaKementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Museum Rekor Indonesia (MURI), dan Finalis di ajang Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) di Singapura.

Di sela-sela aktivitasnya, Agung hobi membaca, futsal, jogging, bersepeda, serta aktif menulis blognya di smartgeneration.wordpress.com. Tulisan-tulisan lainnya, juga bisa ditemui dalam note Facebook dan Twitter-nya, Agung Baskoro Full, Agung Baskoro II, dan@agungbaskoro

Kebiasaannya menulis ini berefek positif. Buku Status Update For The Best Student(Gramedia, April 2012) merupakan buku karya pertamanya dan banyak terinspirasi dariaccount jejaring sosialnya. Buku keduanya sedang tahap penyelesaian, dan rencananya akan dirilis sekitar awal tahun 2013.

Selain itu, ia juga turut aktif menyumbangkan pemikirannya terkait kepemimpinan, pendidikan, pengembangan diri, dan politik di media cetak nasional, portal online, surat kabar/buletin kampus, hingga penulisan bersama dalam bentuk bunga rampai bersama rekan-rekanya yang akan juga segera diterbitkan, yakni Bumi Mahasiswa (Gadjah Mada University Press, Desember 2012).

Hingga saat ini, beliau sering diundang untuk berbicara dan terlibat di banyak aktivitas pelajar, kemahasiswaan, dan kepemudaan baik skala lokal, nasional maupun global.

Saat ini Agung sedang menguatkan basis kompetensinya melaluikajian dan riset partai politik di Pol-Tracking Institute.Sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali melanjutkan studi S2/S3.

Menurutnya, problem kebangsaan berawal dari partai politik. Khususnya terkait optimalisasi fungsi dan kemandirian partai politik. Kedua hal tersebut sering membuat wajah partai politik buruk dan politik jauh dari etika. Bila mampu mengurainya dengan baik, ia yakin, masa depan Indonesia yang lebih baik bukan sekedar mimpi.
Post ADS 1