Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tarbiyah Nabi Terhadap Generasi Islam Yang Pertama ( 6 )

Al Jihad

Jihad adalah yang melindungi agama ini dan penyebarannya. Jihad (harus) menjadi asas terbesar sebagai landasan setiap harakah. Harakah Islamiyah apa saja yang tidak menjadikan jihad sebagai orientasinya, maka wajib bagi seseorang untuk meninggalkannya dan menyatakan dengan terang-terangan bahwa ia hanyalah slogan kosong belaka.

Al Jihad di dalam Islam dibangun di atas beberapa asas / fondasi, diantaranya adalah zuhud terhadap dunia. Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat :

“Zuhudlah kamu terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah kamu atas sesuatu yang menjadi milik manusia, niscaya orang-orang akan mencintaimu”.[i]

Demikian pula Al Jihad itu dibangun atas asas tawakkal. Di dalam surat Al Fatihah yang mereka baca tujuh belas kali sehari semalam, di dalamnya terdapat ayat :

“Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”.

Ibnul Qayyim mengatakan : “Ad Dien itu ada dua macam, yakni ibadah dan isti’anah atau inabah/minta ampunan dan tawwakal”. Tatkala Rasulullah SAW melihat mata sungkal/alat bajak di depan pintu rumah seorang Anshar –beliau hendak bertempur melawan kaum Quraisy- maka beliau bersabda :

“Tidaklah benda ini masuk ke dalam rumah suatu kaum kecuali ia akan memasukkan pula kehinaan ke dalamnya”. (HR. Al Bukhari dalam Shahihnya).

Bukan untuk mematikan penghidupan, akan tetapi karena beliau melihat dalam sungkal/ mata bajak itu ada kesibukan terhadap sesuatu yang penting sebelum yang terpenting. Mengingat agama Allah akan menghadapi kemusnahan sekiranya kita sibuk dengan pertanian dan perdagangan.

“Apabila kalian telah jual beli dengan sistem ‘inah (bentuk riba), sibuk mengikuti ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan puas dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad fie sabilillah, niscaya Allah akan menguasakan atas kalian kehinaan yang tiada akan dicabut-Nya sehingga kalian kembali kepada Dien kalian”. (HR. Abu Dawud)[ii]

Sesudah penaklukan negeri Syam, orang-orang muslim melihat negeri tersebut adalah negeri yang subur. Mereka lalu menanaminya dengan gandum Syam. Kabar tersebut sampai kepada ‘Umar, maka dia mengirim seorang utusan dengan membawa surat dan agar membakar ladang pertanian mereka. Surat tersebut panjangnya hanya satu baris, berisi kata-kata sebagai berikut : “Sesungguhnya jika kalian meninggalkan jihad dan sibuk dengan pertanian, maka aku akan memberlakukan jizyah kepada kalian. Dan aku akan memperlakukan kalian sebagaimana aku memperlakukan Ahli Kitab. Sesungguhnya makanan pokok kalian adalah dari makanan pokok musuh-musuh kalian”.

Rasulullah SAW bersabda :

“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan membawa pedang, dan dijadikan rezekiku di bawah bayangan tombak, dan dijadikan kecil serta hina orang-orang yang menyelisihi urusanku. Barangsiapa menyerupakan dirinya dengan suatu kaum, maka ia termasuk diantara mereka”.[iii]

Waktu telah habis, untuk itu saya cukupkan sekian dulu.

[i] Shahih Al Jami Ash Shaghir

[ii] Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dikeluarkan oleh Albani dalam kitab Silsilah Shahihnya no. 422

[iii] Shahih Al Jami Ash Shaghir

Oleh Syaikh Abdullah Azzam
Post ADS 1