Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hari Ciliwung 11-11: Mewujudkan Taman Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat

Condet – Jakarta, 8 November 2013. Ciliwung adalah sungai sepanjang 120 km yang melintasi provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta yang memiliki peran penting bagi kehidupan yang berada di sekitarnya. Peran penting Ciliwung, kini mulai terancam dengan banyaknya pencemaran lingkungan baik yang disebabkan oleh kegiatan industri maupun rumah tangga.

Penurunan kualitas lingkungan air Ciliwung ini, memberikan pengaruh bagi setiap makhluk yang bergantung pada kelestariannya. Berbagai jenis sampah dan limbah bisa ditemukan di Ciliwung. Paling mudah dilihat adalah sampah rumah tangga seperti kemasan plastik dan styrofoam. Keberadaan sampah dan limbah di aliran memberikan pengaruh buruk bagi ekosistem sungai. 

Buruknya kualitas air Ciliwung dapat dilihat dari fakta temuan spesies ikan asli yang sudah banyak berkurang. Survei biologi yang dilakukan pada tahun 1910 ditemukan 187 jenis ikan asli Ciliwung. Pendataan ikan asli Ciliwung yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor tahun 2009 – 2011, ditemukan 20 jenis ikan. 

“Ciliwung adalah aliran nadi kehidupan yang penting bagi warganya, bila itu rusak artinya bisa menjadi cermin bahwa kehidupan kita juga rusak. Hari Ciliwung merupakan sebuah peringatan penting bagi perbaikan kehidupan kita dan yang lebih penting lagi peringatan tersebut tumbuh dan digagas oleh warga sendiri. Semoga ini bisa menjadi tanda tumbuhnya kebersamaan untuk membenahi Ciliwung dan alam di sekitar kita dimulai dari memperbaiki pola hidup kita sehari-hari”, ujar M.Bijaksana Junerosano, CEO Greeneration Indonesia. 

Peringatan Hari Ciliwung yang diperingati setiap tanggal 11 November merupakan kegiatan kedua yang dilakukan. Peringatan ini perlu dilakukan secara rutin setiap tahunnya di masa mendatang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi sungai. Seperti tahun sebelumnya, peringatan Hari Ciliwung tahun ini dilakukan di kawasan Ciliwung Condet, Jakarta Timur dengan melakukan aktifitas bersama Greeneration Indonesia, Jakarta Berkebun, Composter Project Merah Putih, dan Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) yang didukung oleh AIG Indonesia.

 “AIG Indonesia sebagai bagian dari perusahaan asuransi umum global, AIG Inc, memiliki komitmen untuk dapat berkontribusi bagi komunitas dimanapun kami beroperasi. AIG Indonesia telah menjalankan program Flood Risk Reduction Education untuk mengantisipasi, mengurangi dan mengatasi risiko banjir sejak tahun 2010. Kami harap langkah-langkah kecil kami ini, dapat memberikan dampak positif bagi komunitas, khususnya bagi generasi masa depan bangsa,” jelas Mike Blakeway, CEO AIG Indonesia.

Diharapkan peringatan ini dapat dilakukan pada tahun berikutnya sebagai bentuk pengingat keberadaan makhluk lain yang berada di Ciliwung dan memerlukan perhatian dan perlindungan dari manusia. Upaya dan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini merupakan sumbangan yang sangat baik untuk menyebarluaskan semangat “Konservasi Berbasis Masyarakat” Taman Keanekaragaman Hayati Sungai Ciliwung (Ciliwung Biodiversity Park).

“Kita sadar bahwa gerakan pemulihan Ciliwung tidak bisa dilakukan dengan sekelompok orang saja. Jadi, Hari Ciliwung ini menjadi momentum gerakan bersama masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan kepedulian publik terhadap usaha perbaikan ekologi Sungai Ciliwung. Harapan dengan adanya Hari Ciliwung, para pegiat bisa bersilaturahim dan saling berbagi dan menguatkan untuk program bersama Satu Ciliwung yang semakin besar,” jelas Sudirman Asun, Koordinator Media Komunitas Ciliwung Condet.

KONTAK MEDIA :
Sdr. Sudirman Asun, Koordinator Media Komunitas Ciliwung Condet
email: komunitasciliwung@yahoo.com | HP: 0812-1212-5108
Sdri. Gusni Puspitasari, Head of Corporate Communications PT AIG Insurance Indonesia
email: gusni.puspitasari@aig.co.id | HP: 0811-1583-753
Post ADS 1