M. Natsir Dan Pandangannya Tentang Kartini [2]

SHARE:

Sambungan dari artikel  PERTAMA Oleh:   Sarah Mantovani “ SEBAGAI  ibu, dialah pendidik pertama umat manusia. Di pangkuannya anak perta...

Sambungan dari artikel PERTAMA
Oleh:  Sarah Mantovani
SEBAGAI ibu, dialah pendidik pertama umat manusia. Di pangkuannya anak pertama-tama belajar merasa, berpikir, berbicara. Dan dalam kebanyakan hal pendidikan yang pertama-tama ini bukan tanpa arti untuk seluruh hidupnya. Tangan ibu lah yang pertama-tama meletakkan benih kebaikan dan kejahatan dalam hati manusia, yang tidak jarang dibawa sepanjang hidupnya. Tidak tanpa alasan orang mengatakan, bahwa kebaikan dan kejatan diminum bersama air susu ibu dan bagaimana sekarang ibu-ibu Jawa dapat mendidik anak-anaknya, kalau mereka sendiri tidak dididik? Peradaban dan kecerdasan bangsa Jawa dalam hal itu terbelakang, tidak mempunyai tugas.”[ J.H Abendanon, Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya (terj: Sulastin Sutrisno), (Bandung: Penerbit Djambatan, 1981), hlm. 368].
Setelah semangat politik etis berhasil dipertahankan oleh Belanda, antara lain oleh Van Deventer, mendapatkan kemenangan, maka pengajaran dan pendidikan Barat yang diberikan pada penduduk Indonesia, semakin bertambah banyak. Hal ini mengakibatkan kaum perempuan saat itu mengubah keadaan dirinya dari yang awalnya dianggap tidak mempunyai hak dan kekuasaan hingga menjadi seseorang yang oleh Natsir disebut orang yang mempunyai “kemerdekaan atas diri dan mata penghidupannya”, dalam waktu yang singkat.
Mereka, lanjut Natsir, tidak hanya merasa “merdeka dari perlindungan laki-laki” dan perlindungan tersebut dianggap merendahkan derajat perempuan, namun juga sampai pada kesimpulan bahwa dalam hal apapun, perempuan itu sebenarnya sama dengan laki-laki. Perasaan seperti ini diperkuat juga dengan berbagai pengajar dari pergerakan feminisme Barat yang menyampaikan cita-cita emansipasi, agar kaum perempuan bisa berjuang pada ranah laki-laki.
 “Perasaan jang sematjam ini diperkuat oleh berbagai lektur dari pergerakan feministen Barat jang djuga sampai ke negeri kita ini. Jakni pergerakan feministen jang mengemukakan tjita-tjita emansipasi, supaja kaum perempuan bisa berdjuang di medan pekerdjaan laki-laki, bukan dalam dunia keperempuanannja sendiri di samping laki-laki itu.”[Mohammad Natsir, Capita Selecta Jilid I, (Jakarta: Penerbit Bulan Bintang, 1973), hlm. 51].
Kemudian Natsir menceritakan kembali pengamatannya bahwa ia pernah menemukan tulisan seorang perempuan dalam majalah Fikiran Rakyat yang memaparkan satu teori tentang keharusan perempuan untuk menuntut persamaan hak dan kesempatan yang sama di antara laki-laki dan perempuan.
“Salah seorang dari penulis perempuan dalam madjalah Fikiran Rakjat, pernah membentangkan satu teori jang menerangkan, apakah sebabnja maka kaum perempuan sekarang tampaknja kurang dari laki-laki, baik tentang kemadjuan djasmani maupun ruhani. “tubuh perempuan lebih lemah dari laki-laki, katanja, hanja lantaran perempuan tidak mempunjai kesempatan untuk sport seperti laki-laki. Dalam ilmu pengetahuan perempuan tidak banjak jang sepandai kaum laki-laki, katanja, lantaran kaum perempuan selama ini tidak dapat kesempatan untuk menuntut ilmu seperti laki-laki. Sekarang perempuan harus bergerak menuntut hak dan kesempatan jang sama dengan hak-hak jang ada pada laki-laki. Nanti kaum perempuan akan membuktikan bahwa dalam semua hal perempuan sama dengan laki-laki……….” Demikianlah kesimpulan dan keputusan jang diambil oleh penulis tersebut.”
Teori yang dipaparkan merupakan salah satu hasil dari berbagai pengajaran feminisme di Barat yang diterima dan dicontoh oleh kaum perempuan Indonesia tanpa filter sedikit pun.
“Walhasil teori jang sematjam itu ialah salah satu dari hasilnja pelbagai lektur feminisme di Barat jang sampai kenegeri kita ini, dan – sebagaimana djuga dengan hal jang lain – diterima dan ditjontoh dengan tidak memakai saringan sedikit djuga. Tumbuhnja pun amat subur, apalagi sebagai reaksi terhadap “minderwaardigheldcomplex” (rasa rendah diri), perasaan kurang-harga, jang telah dialami oleh kaum perempuan selama ini.”[ Mohammad Natsir, Capita Selecta Jilid I, (Jakarta: Penerbit Bulan Bintang, 1973), hlm. 51].*
Penulis mahasiswi S2 Pemikiran Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, tulisan ini juga dimuat  jejekislam.net

COMMENTS

BLOGGER
Nama

AA,37,Abas,14,Acara,2,AdabIlmu,2,Admin,149,Advetorial,3,Afiliasi,1,Agenda Pengajian,2,Agenda Universitas Indonesia,9,Aksi Bela Islam,4,anak,1,Andi,10,Arif,18,Arjjuna,2,Arti Pendidikan,1,Award,3,bahasa,1,BBM,3,Beasiswa,48,Beasiswa Luar Negeri,3,bedah buku,2,Belajar,3,Belajar Dari Semut,1,Belajar Internet Marketing,1,Belajar SEO,1,benato musollini,1,Berdaulat,74,Biaya Persalinan,2,BINUS University,1,Biografi Pemimpin Muslim,2,Bisnis,11,Blogger,2,Branding,1,Buku,8,BUMN Outlook,1,Buya Hamka,3,Cembung,29,Cerita,8,Cerpen,8,Cinta,4,Coklat,1,CPM,2,Doa Nabi,1,Dompet Dhuafa,3,Donasi,2,Dunia Sepeda,2,Ekonomi,7,Entrepreneur,6,Esai,4,Event,381,Facebook,2,Facebook Marketing,2,FAK,2,Fakta Dunia,1,Fatih,1,Fight,1,Finansial,1,Fisika,7,Forex,1,Forum Indonesia Muda,5,ForumForID,1,Foto,2,Freelance,1,FutureShaper,24,Gambar,1,Gerakan Sosial,7,Ghufron,13,Guru Bangsa,2,HabibRizieq,14,Hadist Pilihan,7,Hanya Allah,1,Hardiknas,1,Hikmah,53,Hit Obat Nyamuk,1,homoseks,1,HotPost,430,HTML,1,Hujjatul Islam,10,Hukum,1,Idul Fitri,1,Ikhlas,1,Ilmu,1,Imam Ahmad,3,Imam Syafii,2,Impian,2,Indonesia,76,Infografis,1,Inspirasi,4,Institut Teknologi Bandung,1,Intelektual,2,Internet Marketing,7,IRF,1,Islam,100,Islam Nusantara,2,Islamic Book Fair,1,Islamic Book Fair 2015,3,isu,1,IT,3,Jakarta,2,Jam Tangan,1,Jazz,1,Jelajah Kampung,1,Jelajah Kampus,1,JIB,2,Job Fair Jakarta,2,Jurnalistik Mahasiswa,2,Jurnalistik.,1,Kajian,2,Kajian Islam,1,Kajian Media,1,Kalimat Bijak,1,Kalimat Motivasi,1,Kampung Sarjana,33,Kampus,4,Karakter Bangsa,2,kartini,1,Karya Tulis,2,kebangkitan islam,28,Kebangkitan Nasional,1,Kejayaan Majapahit,1,Keluarga Baik,1,Kemiskinan,2,kesehatan,2,KH Abdullah Faqih,1,Kimia,1,Kisah,7,Kisah Sukses. Tip Top,1,KisahDai,8,KKG,1,Komentar Jalanan,1,Komersialisasi Pendidikan,7,Kompetisi,10,Kompetisi Islam,1,Konten,1,KreAksiMuda,39,Kualitas Guru,1,Kuliah Audio,16,Kultwit,22,Lari,1,LGBT,2,Logo Marketing,1,lomba,47,Lomba Blog,1,Lomba Film Dokumenter,1,Lomba Menulis,2,Lowongan Kerja,2,LPDP,2,Ma Chung Blog Competition 2010,2,Maaf,1,MadeInIndonesia,3,Mahasiswa,8,Marketing,1,Marwan,1,Matematika,1,Maula,5,Media Belajar,4,Media Islam,1,Media Sosial,5,MedPart,110,Membaca,1,membuat blog,25,membuat konten,1,Menulis,4,Menulis yuk,5,monetize,2,Motivasi,38,Motor Tercepat,1,Mudik,1,Muhammad,1,Muslim Indonesia,2,Nasihat,1,Nasihat Ulama,7,Negara,1,Neoliberalisme,4,ngeblog,1,Nik Abdul Aziz Nik Mat,1,Open Recruitment,1,Opini,82,Pahlawan,62,Pahlawan Indonesia,6,Pahlawan Wanita,1,PahlawanBicaraPendidikan,5,Pameran Buku,1,Pancasila,3,Parlemen,1,Parodi,1,Pejuang,4,Pelajaran Agama,1,Pelatihan Pemuda,1,Pemikiran Khawarij,1,Pemimpin,13,Pemimpin Indonesia,3,pemuda,17,penaaksi,1,Pendidik,3,Pendidikan,74,Pendidikan di Daerah,3,Pengkhianat,1,Pengusaha,1,Penulis Tamu,92,Peradaban,8,Perang Pemikiran,1,perempuan,1,Pergerakan,6,Pergerakan Mahasiswa,13,Peristiwa,12,Perjalanan Hidup,2,Perjuangan,3,Perpustakaan,2,Persiapan,1,Pesan Nabi,2,Pesan Rasulullah,2,Peserta didik,1,Pesta Wirausaha,1,Petisi,3,Photoshop,1,Pidato,1,Pilkada,1,Podcast Orasi Santai,8,Politik,58,Poster,3,PPI UKM,1,Press Release,4,Pribadi,1,Prihatin,1,Proklamasi,1,Propaganda Media,2,Puasa,5,Puisi,12,PUSHAMI,3,Putri,3,Quote,1,Qur'an,3,Rakyat,1,Ramadhan,14,Rasulullah,2,ReflAksi,8,Resensi Buku,37,Resensi FILM,2,Review,5,Review Buku,6,Rezaki,2,RUU PT,2,Sahabat,1,Sahabat Rasulullah,1,Sains,42,Sajak,1,Satir,1,Sedekah,2,Sejarah,11,Seminar,1,Seminar Akbar,2,Sentilan,1,Sepak Bola,1,Shalahuddin,1,Siswa,3,skripsi,1,SmartGenerationMentorship,4,SMP,1,Social Movement,4,Stimuno,1,Store,1,Subsidi,1,Super Camp,1,SyaikhAA,11,Syukur,1,Taklid,1,Tanpa Jil,1,Teater Sastra,3,Tebar Qurban 2014,1,teknologi,6,Template,1,Terorisme,2,Tim Bola Indonesia,2,Tips,2,Tips Menulis,12,Toko Online,2,Tokoh,18,Tokoh Muda,19,Tools Gratis,1,Tridharma Perguruan Tinggi,4,Trisakti,1,Tutorial,1,Udin,2,Ujian Nasional,6,Ulama,6,Umum,59,Unduh,1,Universitas,2,universitas katolik parahyangan,1,Universitas Negeri Jakarta,2,UNJ,1,UNJkita,1,video,4,Wirausaha,6,Wisata,1,Wordpress,1,Yohanes Surya,1,Yotube,1,Zain An Najah,1,Zubair,1,
ltr
item
Belajar Dinamis & Idealis: M. Natsir Dan Pandangannya Tentang Kartini [2]
M. Natsir Dan Pandangannya Tentang Kartini [2]
Belajar Dinamis & Idealis
http://www.penaaksi.com/2015/04/m-natsir-dan-pandangannya-tentang_22.html
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/
http://www.penaaksi.com/2015/04/m-natsir-dan-pandangannya-tentang_22.html
false
5161257070308476956
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy