Randi Muchariman : Pemuda, Ilmu, Ulama , & Umat
Begitu juga dengan M Natsir yang mengharapkan besarnya peran pemuda dalam perjuangan. “Kita hadapankan sedikit pandangan ini kepada pemuda-pemuda kita yang ingin bekhidmat kepada Tanah air dan Bangsanya. Pendidikan! Inilah lapangan pekerjaan kita yang amat kekurangan tenaga di zaman sekaran dan di masa depan ini! Inilah lapangan pekerjaan yang amat hajat kepada bantuan. Berilah, tenaga muda tuan-tuan untuk pendidikan rakyat, pokok dari semua kecerdasan dan kemjuan bangsa/ pekerjaanya sudah dan sulit berkehendak kepada ketabahan hati.Kalau tidak tuan-tuan yang muda-muda yang mau bersukar, bersulit dan bertabah hati itu, siapa lagi?…..”[2] atau perkataan bung Karno yang sangat akrab di telinga rakyat Indonesia “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Berikut wawancara Penaaksi.com dengan Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) 2012 -2015 Randi Muchariman :
Menurut bang Randi dimanasih posisi pemuda Indonesia saat ini ?
Hidupnya umat itu ditangan pemuda , hidupnya pemuda itu dalam ilmu. Jadi sebenarnya pemuda itu bukan hanya sekedar orang yang digerakan tapi memang dia harus punya ilmu. Nah dengan ilmunyalah ia bergerak. Harus ada hubungan yang harmonis antar generasi karena bagaimanapun setiap generasi ada kelemahanya, yang tua bisa aja bergerak tapi kekuatanya berbeda dengan yang muda, sedangkan pemuda secara rumusan belum matang. Sehingga hubungan antar generasi harus harmonis agar memiliki kekuatan
Dengan kata lain pemuda harus membangun basis keilmuanya?
Harus
Bagaimana langkah strategis pemuda dalam membangun basis keilmuan?
Harus dibangun gerakan kebudayaan.jadi hasil politik itu akumulasi dari gerakan kebudayaan (keilmuan). Menurut Al Ghazali, masyarakat terbagi dalam beberapa kelompok. Kelompok Ulama , Juru nasehat , masyarakat umum. Nah pemuda berperan dalam juru nasehat yang menghubungkan Ulama kepada masyarakat. Seharusnya generasi pemuda membangun suatu tempat dimana para pemuda berkumpul membangun basis keilmuanya. Membangun tempat ini dibutuhkan dukungan dari generasi tua sebagai pemilik dana
PII sendiri sedang melakukan apa untuk generasi muda Indonesia?
PII itu intinya kaderisasi . memang kaderisasi adalah hal yang elit dan tidak popular. Tapi ada beberapa terobosan gerakan yang kita bangun hari ini. Kita silaturahim ke beberapa tokoh sepuh & pemerintah. Kita menjadi mitra dalam makna mendukung program – program yang positif namun tetap kritis.
PII saat ini juga membangun komunitas – komunitas keilmuan di kampus – kampus. Karena tidak mungkin umat islam hidup tanpa ilmu. Jadi PII mau membuat komunitas keilmuan yang menjembatani pergerakan dan keilmuan. Karena membangun komitmen keilmuan sangatlah sulit makanya kita fasilitasi.
Ada Rekomendasi buku, buat generasi #MudAksi?
Saya merekomendasikan buku DR. Madjid Irsan Al-Kilani yang berjudul, Hakadza Zhahara Jīilu Shalahuddin wa Hakadza ’Ādat al-Quds. Dalam buku ini dibahas banyak hal mengenai bagaimana generasi Shaladdin di bangun.dan ini penting untuk generasi muda Indonesia baca dalam membangun negaranya. Kemudian buku Risalah untuk Kaum Muslimin karya Syed Muhammad Naquib al-Attas . karena dalam buku ini akan dibahas bagaimana masyarakat membangun pandanganya (WorldView) tentang kehidupan.
[1] Proyeksi Jumlah Pemuda Indonesia, http://kppo.bappenas.go.id/files/-1-Proyeksi Jumlah Pemuda.pdf
[2] Capita Selecta